Jakarta, NTTPedia.id,- Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperluas jejaring riset dengan menjajaki kolaborasi strategis berskala nasional bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Langkah ini dilakukan guna memperkuat inovasi serta meningkatkan daya saing penelitian perguruan tinggi di wilayah Indonesia Timur.
Upaya tersebut mengemuka dalam audiensi antara pimpinan perguruan tinggi kawasan timur Indonesia dengan Wakil Kepala BRIN yang berlangsung di Kantor BRIN, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Dalam pertemuan itu, Rektor Undana diwakili oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Prof. Dr. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., PhD.
Audiensi ini merupakan inisiasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV Kupang sebagai bagian dari strategi percepatan peningkatan kualitas riset dan inovasi di Nusa Tenggara Timur. Delegasi dipimpin langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng., dan diterima oleh jajaran pimpinan BRIN.
Pertemuan tersebut berfokus pada upaya membuka akses yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa terhadap berbagai program riset nasional. Melalui kolaborasi ini, peneliti Undana diharapkan dapat memanfaatkan skema pendanaan, fasilitas laboratorium, serta dukungan peningkatan kapasitas yang disediakan BRIN.
Prof. Yosep Seran Mau menegaskan bahwa keterlibatan Undana dalam forum strategis ini penting untuk memastikan arah pengembangan riset kampus tetap sejalan dengan agenda riset nasional. Akses terhadap program nasional diyakini mampu mendorong lahirnya inovasi berkualitas tinggi dan berdaya saing.
Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Adrianus Amheka, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari peran LLDIKTI sebagai penggerak ekosistem penelitian di kawasan. Melalui wahana Konsorsium Pendidikan Tinggi, sinergi unsur pentahelix diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi yang berdampak luas bagi pembangunan wilayah timur Indonesia
Selain Undana, kegiatan ini juga diikuti pimpinan dan Ketua LPPM dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia Timur, seperti Universitas Mataram, Universitas Pattimura, Universitas Udayana, dan Universitas Khairun. Kehadiran kolektif tersebut mencerminkan semangat kolaborasi lintas institusi dalam menjawab tantangan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sebagai tindak lanjut, Undana akan mengarahkan kerja sama pada pengembangan riset kolaboratif yang lebih spesifik antara akademisi kampus dan peneliti BRIN. Fokusnya tidak hanya pada publikasi ilmiah, tetapi juga pada inovasi yang mampu menjawab persoalan riil masyarakat di NTT.
Peluang kerja sama mencakup pemanfaatan laboratorium bersama, pendampingan teknis bagi peneliti muda, hingga hilirisasi produk riset agar dapat dimanfaatkan oleh industri maupun pemerintah daerah. Dengan sinergi ini, Undana optimistis dapat meningkatkan performa riset sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kedaulatan sains dan teknologi nasional.(humas Undana)














