SPK Tegaskan Pertemuan dengan Kornelis Kodi Mete di Kebun Jagung SBD Tak Bermuatan Politik

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 08:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Simon Petrus Kamlasi ketika berbincang bersama dr. Kornelis Kodi Mete dan keluarga di Kodi, Sumba Barat Daya

Simon Petrus Kamlasi ketika berbincang bersama dr. Kornelis Kodi Mete dan keluarga di Kodi, Sumba Barat Daya

Kupang, NTTPedia.id,- Tokoh Nusa Tenggara Timur (NTT), Simon Petrus Kamlasi (SPK), menegaskan bahwa pertemuannya dengan dr. Kornelis Kodi Mete di kawasan pertanian jagung di Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), tidak berkaitan dengan agenda politik apa pun.

 

Menurut SPK, pertemuan tersebut merupakan silaturahmi sekaligus diskusi mengenai pengembangan sektor pertanian yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi masyarakat di NTT.

 

” Pertemuan ini tidak ada kaitannya dengan agenda politik. Kami bertemu sebagai sesama anak NTT yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah, khususnya di sektor pertanian,” kata SPK ketika menjawab pertanyaan NTTPedia.id, Senin, 01/06/2026.

 

Saat ini SPK mengemban tugas sebagai Tenaga Ahli pada Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia. Sementara dr. Kornelis Kodi Mete dikenal sebagai tokoh masyarakat Sumba Barat Daya yang juga aktif mengembangkan usaha pertanian jagung dalam skala besar di wilayah Kodi.

 

SPK menjelaskan, kunjungannya ke kawasan pertanian jagung tersebut merupakan bagian dari upaya melihat secara langsung potensi sektor pangan di daerah sekaligus menyerap masukan dari para pelaku pertanian yang selama ini berkontribusi terhadap pengembangan komoditas pangan di NTT.

 

” Sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawab saya di bidang pangan, tentu penting untuk berdiskusi dengan para pelaku pertanian di daerah. Pak Kornelis merupakan salah satu tokoh yang memiliki pengalaman dan kontribusi nyata dalam pengembangan pertanian jagung di Sumba Barat Daya,” kata SPK.

 

Dalam pertemuan yang berlangsung di tengah hamparan tanaman jagung yang siap panen itu, keduanya membahas berbagai isu terkait penguatan sektor pangan, mulai dari peningkatan produktivitas pertanian, pemberdayaan petani, hingga peluang pengembangan komoditas unggulan daerah.

 

Menurut SPK, sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi pertanian yang dimiliki NTT.

 

” Fokus kami adalah bagaimana potensi pertanian NTT dapat terus berkembang dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Diskusi yang kami lakukan lebih banyak berkaitan dengan penguatan sektor pangan, pemberdayaan petani, dan peluang pengembangan komoditas unggulan daerah,” katanya.

 

SPK berharap sektor pertanian di NTT terus tumbuh sebagai salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya, komunikasi dan sinergi dengan berbagai elemen yang terlibat dalam pembangunan pertanian perlu terus diperkuat agar ketahanan pangan daerah dapat terwujud secara berkelanjutan.

 

” Yang kami bicarakan adalah bagaimana pertanian bisa menjadi kekuatan ekonomi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan daerah. Karena itu, pertemuan ini murni dalam konteks pembangunan sektor pertanian dan tidak memiliki kaitan dengan agenda politik apa pun,” jelasnya.

Berita Terkait

SPK Tawarkan Jalan Keluar Efisiensi Anggaran, Fokus Pangan dan Air untuk Bangun Kemandirian NTT
Simon Petrus Kamlasi Ajak Kader PAN Hindari Politik Uang dan Jadi Pelopor Politik Bersih
Christian Widodo: Jokowi Pulang Kampung, Masyarakat NTT Sudah Tak Sabar Menyambut
Kepemimpinan Chris Widodo-Serena Francis Tunjukkan Trend Positif  
Konsolidasi PAN di TTS, SPK Serukan Politik Gagasan, Bukan Transaksional
Saat Alberto Tatibun Unggul 19 Suara, Musda Golkar Kabupaten Kupang Mendadak Ditunda
Simon Petrus Kamlasi dan Kornelis Kodi Mete Bertemu, Apa yang Dibicarakan?
Soal Framing Gubernur NTT Bermain HP saat Dampingi Wapres, Akademisi: Itu Bagian dari Birokrasi Digital

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:02 WIB

SPK Tawarkan Jalan Keluar Efisiensi Anggaran, Fokus Pangan dan Air untuk Bangun Kemandirian NTT

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:26 WIB

Simon Petrus Kamlasi Ajak Kader PAN Hindari Politik Uang dan Jadi Pelopor Politik Bersih

Senin, 27 Juli 2026 - 18:32 WIB

Christian Widodo: Jokowi Pulang Kampung, Masyarakat NTT Sudah Tak Sabar Menyambut

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:20 WIB

Kepemimpinan Chris Widodo-Serena Francis Tunjukkan Trend Positif  

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:36 WIB

Konsolidasi PAN di TTS, SPK Serukan Politik Gagasan, Bukan Transaksional

Berita Terbaru