So’e, NTTPedia.id,- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PAN se-Kabupaten TTS sebagai momentum memperkuat konsolidasi organisasi, mempererat soliditas kader, serta menyusun strategi politik menuju target PAN menjadi salah satu dari empat partai terbesar di Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri Pengurus DPP PAN Pusat Simon Petrus Kamlasi (SPK), Sekretaris DPW PAN NTT, unsur Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), perwakilan GMIT, serta seluruh Ketua DPC PAN dan jajaran pengurus PAN se-Kabupaten TTS.
Dalam arahannya, Simon Petrus Kamlasi menegaskan bahwa politik harus dibangun di atas fondasi gagasan, integritas, dan pengabdian kepada masyarakat, bukan praktik-praktik transaksional yang dapat merusak kualitas demokrasi.
Menurutnya, demokrasi yang sehat lahir dari masyarakat yang memiliki kesadaran politik yang baik, sehingga mampu menentukan pilihan berdasarkan kapasitas, integritas, rekam jejak, serta kemampuan calon pemimpin dalam menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan rakyat.
” Politik harus menjadi ruang adu gagasan dan adu karya. Yang ditawarkan kepada masyarakat adalah program, solusi, dan pengabdian, bukan transaksi politik yang justru mencederai demokrasi,” tegas SPK.
Ia menilai pendidikan politik menjadi salah satu tugas penting partai politik dalam membangun demokrasi yang semakin matang. Karena itu, kader PAN di semua tingkatan harus menjadi pelopor politik yang santun, bermartabat, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
SPK juga mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap partai politik hanya dapat dibangun melalui kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Oleh sebab itu, PAN harus terus hadir di tengah rakyat, mendengar aspirasi mereka, sekaligus memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat melalui jalur politik yang sehat dan bertanggung jawab.
Menurutnya, politik tidak boleh dipahami semata-mata sebagai perebutan kekuasaan, tetapi harus menjadi instrumen untuk menghadirkan perubahan dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
” Masyarakat hari ini semakin cerdas. Karena itu partai politik harus mampu menawarkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan rakyat. Politik yang berkualitas adalah politik yang menghadirkan harapan, solusi, dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain membahas penguatan organisasi, Muscab PAN TTS juga menghasilkan sejumlah program kerja yang berorientasi pada pelayanan masyarakat, penguatan kaderisasi, pemberdayaan ekonomi rakyat, serta peningkatan kapasitas sumber daya kader partai.
Dalam kesempatan tersebut, SPK turut mengingatkan seluruh kader PAN untuk terus menjaga semangat perjuangan partai yang dikenal dengan slogan “Bantu Rakyat”. Menurutnya, semangat tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan pelayanan yang konsisten kepada masyarakat.
Ia kemudian mengaitkan nilai perjuangan PAN dengan filosofi matahari yang menjadi lambang partai. Menurutnya, matahari selalu hadir memberikan terang tanpa membedakan latar belakang suku, agama, golongan maupun status sosial.
” Matahari tidak pernah ingkar janji. Ia selalu hadir memberi manfaat bagi semua. Filosofi inilah yang harus menjadi pegangan PAN dalam berpolitik, yakni hadir untuk seluruh masyarakat tanpa diskriminasi dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan rakyat,” kata SPK.(AP)







