Kepemimpinan Chris Widodo-Serena Francis Tunjukkan Trend Positif  

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Dalam menjalankan roda pemerintahan di Kota Kupang, dr Christian Widodo sebagai walikota, disebut sukses dalam pendistribusian tugas kepada wakil walikota, Serena Cosgrova Francis. Tak hanya itu, mantan anggota DPRD NTT ini pun cekatan dalam mendistribusi tugas-tugas kepada organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Penilaian ini datang dari pakar politik asal Universitas Nusa Cendana (Undana), Diana San Tabun. Kepada wartawan, Rabu (24/6/2026) di Kupang, dosen FISIP Undana ini menyebut, biasanya tahun-tahun pertama dalam sebuah kepemimpinan disebut sebagai bulan madu kekuasaan dan perbedaan kerab muncul di tahun kedua dan seterusnya. Biasanya perbedaan ini terjadi karena distribusi tugas yang kurang jelas antara kepala daerah dengan wakilnya.

 

“Yang saya amati di Kota Kupang, dalam pendistribusian tugas, Pak Walikota mampu membagi Tupoksi dengan baik dengan Ibu Serena sebagai Wakil walikota. Dia (walikota) tidak mengambil semuanya dan ini baik bagi sebuah kepemimpinan,”tegas Diana menambahkan, walau dari segi politik, biasanya wakil sifatnya membantu dan keputusan strategis itu ada di kepala daerah.

 

“Tapi karena mereka berdua ini tim artinya harus saling mendukung. Apalagi secara politik kehadiran mereka ada dukungan partai yang besar sehingga mau tidak mau Pak Walikota harus selaras tanggungjawabnya dengan Ibu Serena,”ungkapnya. Walau di awal kepemimpinan, keduanya masih mencari format terbaik namun perlahan terlihat perubahan bahwa Chris dan Serena sudah bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

“Secara jujur, mereka berdua masih meraba-raba dalam melaksanakan tugas di awal kepemimpinan, tapi mereka belajar dan berusaha sehingga saat ini sudah baik,”tegas Diana yang juga memberi saran agar kinerja yang ada terus diperbaiki agar masyarakat terlayani baik mengingat masih banyak janji politik yang harus dituntaskan.

Diana juga menyentil perubahan-perubahan dalam kepemimpinan Serena, bahwa sejauh ini Serena sudah banyak berbenah sehingga mampu menterjemahkan setiap tanggungjawab yang diberikan walikota dengan baik. Serena juga melaksanakan apa yang menjadi tanggungjawabnya, serta memahami batasan-batasan itu, apa yang menjadi porsinya dan apa yang bukan porsinya melainkan porsi walikota sebagai kepala daerah.

“Ibu Serena juga memainkan perannya dengan baik sebagai seorang wakil. Ini sangat baik. Sebagai tokoh politisi muda, dia mau belajar dan membuka diri. Dia mengeksekusi apa yang menjadi porsinya tanpa menyentuh yang bukan porsinya atau porsi kepala daerah,”ujarnya.

Dia mencontohkan, gaya komunikasi politik seorang Serena yang menggunakan kalimat sederhana sehingga mudah diterjemahkan oleh publik.

“Padahal kalau mau dilihat pendidikannya juga mumpuni tapi dia menggunakan bahasa-bahasa yang mudah diterjemahkan oleh masyarakat. Pilihan-pilihan katanya mudah dimengerti oleh masyarakat. Kita yahu bahwa masyarakat kita di lapisan tertentu sulit memahaminya, namun Serena bisa membahasakannya dengan baik. Baik dengan kalangan perempuan, pemuda, senior juga menerima dia dengan baik. Serena dapat menempatkan diri dengan baik kepada publik,”ungkap Diana.

Dia memberi saran agar pasangan ini mempertahankan gaya kepemimpinan serta terus membenahinya karena efisiensi anggaran tentu berpengaruh pada implementasi program di masyarakat. Walau diakuinya di awal kepemimpinan mereka, keduanya tertutup namun semakin terlihat perubahan dan dia menyebutnya, ada perubahan signifikan.

“Gaya komunikasi politiknya sudah bagus, ada ruang interaksi dengan masyarakat, sangat cair. Keduanya memiliki kharisma kepemimpinan dan ini dilihat dari kemampuan berkomunikasi dan juga dalam mengambil keputusan. Keputusan yang mereka ambil itu tidak mengecewakan banyak orang terutama pihak-pihak yang selama ini mendukung dan mendapatkan pelayanan dari buah tangan mereka,”pungkasnya sembari memberi saran agar melibatkan publik dalam pengambilan keputusan. (AP)

Berita Terkait

SPK Tawarkan Jalan Keluar Efisiensi Anggaran, Fokus Pangan dan Air untuk Bangun Kemandirian NTT
Simon Petrus Kamlasi Ajak Kader PAN Hindari Politik Uang dan Jadi Pelopor Politik Bersih
Christian Widodo: Jokowi Pulang Kampung, Masyarakat NTT Sudah Tak Sabar Menyambut
Konsolidasi PAN di TTS, SPK Serukan Politik Gagasan, Bukan Transaksional
Saat Alberto Tatibun Unggul 19 Suara, Musda Golkar Kabupaten Kupang Mendadak Ditunda
SPK Tegaskan Pertemuan dengan Kornelis Kodi Mete di Kebun Jagung SBD Tak Bermuatan Politik
Simon Petrus Kamlasi dan Kornelis Kodi Mete Bertemu, Apa yang Dibicarakan?
Soal Framing Gubernur NTT Bermain HP saat Dampingi Wapres, Akademisi: Itu Bagian dari Birokrasi Digital

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:02 WIB

SPK Tawarkan Jalan Keluar Efisiensi Anggaran, Fokus Pangan dan Air untuk Bangun Kemandirian NTT

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:26 WIB

Simon Petrus Kamlasi Ajak Kader PAN Hindari Politik Uang dan Jadi Pelopor Politik Bersih

Senin, 27 Juli 2026 - 18:32 WIB

Christian Widodo: Jokowi Pulang Kampung, Masyarakat NTT Sudah Tak Sabar Menyambut

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:20 WIB

Kepemimpinan Chris Widodo-Serena Francis Tunjukkan Trend Positif  

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:36 WIB

Konsolidasi PAN di TTS, SPK Serukan Politik Gagasan, Bukan Transaksional

Berita Terbaru