Tambolaka, NTTPedia.id,- Pertemuan antara tokoh Nusa Tenggara Timur (NTT) di Jakarta, Simon Petrus Kamlasi (SPK), dan mantan Bupati Sumba Barat Daya dua periode, dr. Kornelis Kodi Mete, memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung di kawasan pertanian jagung di wilayah Kodi itu terjadi saat SPK melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumba Barat Daya, belum lama ini. Sebelumnya, SPK juga bertemu sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama di Wejewa dalam momentum peresmian rumah ibadah modular pertama di Pulau Sumba.
Pertemuan dua figur yang memiliki pengaruh di NTT tersebut sontak menarik perhatian publik. Tidak sedikit yang kemudian mengaitkan pertemuan itu dengan dinamika politik yang mulai menghangat menjelang berbagai agenda politik di daerah.
Sejumlah warga yang mengetahui pertemuan tersebut menilai perjumpaan antara kedua tokoh itu sebagai hal yang wajar. Keduanya dikenal memiliki perhatian terhadap isu pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat.
Namun dalam tradisi politik lokal, setiap pertemuan antar tokoh berpengaruh kerap memunculkan beragam tafsir. Apalagi, baik Simon Petrus Kamlasi maupun Kornelis Kodi Mete merupakan figur yang memiliki basis dukungan dan jejaring yang cukup luas di NTT.
Salah satu masyarakat yang hadir dalam pertemuan tersebut, Laurens mengatakan hanyalah pembicaraan mengenai kondisi pertanian, potensi daerah serta tantangan pembangunan yang masih dihadapi masyarakat pedesaan. Sektor pertanian menjadi topik penting mengingat perannya yang strategis dalam menopang ekonomi masyarakat Sumba.
Suasana pertemuan yang berlangsung di tengah hamparan kebun jagung lebih banyak diwarnai diskusi mengenai pembangunan daerah khususnya sektor pertanian yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat SBD.
Terlepas dari berbagai spekulasi yang berkembang, pertemuan antara Simon Petrus Kamlasi dan dr. Kornelis Kodi Mete menunjukkan bahwa komunikasi antar tokoh daerah tetap terjalin. Bagi sebagian kalangan, perjumpaan seperti ini merupakan bagian dari upaya membangun dialog dan memperkuat perhatian terhadap isu-isu pembangunan di NTT.
SPK yang dikonfirmasi media belum memberikan respon terhadap sejumlah Pertayaan yang diajukan oleh wartawan.(AP)







