Ada Calon TKD TTU Berkasnya Diterima Lewat Jalur Belakang, Lainnya Berjuang Lewat Pintu Depan

- Jurnalis

Selasa, 11 Januari 2022 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kefamenanu, NTTPedia.id,- Ada Pemandangan yang tidak biasa ketika ribuan pelamar Tenaga Kontrak Daerah di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) memasukan berkas lamaran. Pemerintah Daerah TTU baru saja membuka penerimaan untuk TKD setelah sebelumnya telah merumahkan ribuan TKD.

Bekas tersebut dimasukan di kantor Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) TTU pada hari Senin, 10/01/22

Pantauan wartawan ribuan TKD sudah berhimpitan di kantor BKDPSDM sejak pagi hari. bahkan ada yang nyaris pingsan di tengah kerumunan para calon Teko yang beŕusaha sekuat tenaga menerobos untuk dapat memasukan berkasnya. Ribuan TKD ini juga mengabaikan Protokol Kesehatan Covid-19.

Para calon Teko kelihatan saling berhimpitan dan tak mengenakan masker.

Ada juga calon Teko yang berjuang menerobos masuk lewat pintu belakang, dan terpantau ada petugas yang menerima berkas calon teko lewat pintu belakang dimaksud.

Yanti, salah satu calon Teko guru saat ditanyai wartawan menuturkan, dirinya sudah ada di kantor BKDPSDM TTU sejak Jam 7 Pagi, namun hingga menjelang Pukul 14.00 ia belum berhasil memasukan berkasnya.

“Saya ini pusing. Mau masukan berkas lewat mana, karena tidak diarahkan oleh petugas atau pegawai di bagian BKD. Tadi saya sudah tanya beberapa pegawai di situ tapi mereka juga tidak mengerti jalurnya” ujar Yanti sambil menunjuk ke meja piket.

Menurut Yanti, yang membuat dirinya bertambah bingung adalah ketika ia melihat ada teman-temannya yang baru datang mereka langsung menuju ke pintu belakang dan ternyata berkas mereka sudah diterima.

“Sampai sekarang saya punya berkas masih ada di tangan saya. Saya akan tetap berusaha masuk lewat pintu depan supaya jangan menyalahi aturan” ujar Yanti.

Yanti berharap agar pihak BKDPSDM TTU dapat mengatur dengan baik mekanisme penerimaan berkas calon Teko, agar tidak terjadi saling dorong dan tak ada unsur diskriminatif.

Sementara itu, Kepala BKDPSDM TTU, Arkadius Atitus, ketika hendak dikonfirmasi enggan berkomentar.

“Adik-adik silahkan konfirmasi ke Pa Sekda saja selaku ketua Panitia. Nanti beliau yang akan menjelaskan” ungkap Atitus.

Penjabat Sekda TTU Fransiskus Fay ketika hendak ditemui juga tidak berada di tempat.

“Bapak sedang keluar. Kalau bisa besok saja baru ketemu” ujar salah satu pegawai yang berjaga di depan ruang sekda.(Yuven Abi)

Berita Terkait

Ketua BPD Boti Akui Perdes Masih Uji Coba, Sebut Ada Kekeliruan Prosedur
Warga Boti Merugi Ratusan Juta Akibat Dugaan Perdes Bodong, Warga Sonaf Lapor Polisi
Satu Tahun kepemimpinan Gubernur dan wakil Gubernur NTT “Melky-Jhoni”,Akademisi Unwira: Baru Tahap awal , Dorong Akses keterbukaan Kebijakan Publik 
Rakyat dibiarkan mencekik,PERMASA-KUPANG sebut DPRD Kab. Sabu Raijua tidak berguna untuk rakyat
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Masyarakat Berkelahi akibat Antrian BBM berkepanjangan,PERMASA-Kupang :Bupati Sabu Raijua Gagal Realisasi Janji Kampanye 
Gubernur NTT Melki Laka Lena komitmen akan tindak tegas dan pidanakan oknum yang manipulasi data orang miskin di NTT

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:56 WIB

Ketua BPD Boti Akui Perdes Masih Uji Coba, Sebut Ada Kekeliruan Prosedur

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:16 WIB

Warga Boti Merugi Ratusan Juta Akibat Dugaan Perdes Bodong, Warga Sonaf Lapor Polisi

Jumat, 20 Februari 2026 - 13:30 WIB

Satu Tahun kepemimpinan Gubernur dan wakil Gubernur NTT “Melky-Jhoni”,Akademisi Unwira: Baru Tahap awal , Dorong Akses keterbukaan Kebijakan Publik 

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:36 WIB

Rakyat dibiarkan mencekik,PERMASA-KUPANG sebut DPRD Kab. Sabu Raijua tidak berguna untuk rakyat

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:21 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Berita Terbaru