Bawaslu TTU Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bagi Pemilih Pemula di SMK Dua Putra Biinmaffo

- Jurnalis

Senin, 30 Mei 2022 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat berlangsungnya kegiatan Sosialisasi Pengawasan Bagi Pemilih Pemula, bertempat di SMKS Dua Putra Biinmaffo, Rabu, (25/5/2022). (Dok. : Humas Bawaslu TTU)

Saat berlangsungnya kegiatan Sosialisasi Pengawasan Bagi Pemilih Pemula, bertempat di SMKS Dua Putra Biinmaffo, Rabu, (25/5/2022). (Dok. : Humas Bawaslu TTU)

Kefamenanu, NTTPedia.id,- Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) dan pemilihan Kepala Daerah akan berlangsung secara serentak di tahun 2024. Oleh karena itu dalam mensukseskan hajatan dimaksud sangat dibutuhkan kerjasama berbagai pihak. Beranjak dari hal di atas Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bekerjasama dengan Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Dua Putra Biinmaffo melakukan kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif bagi pemilih pemula.

 

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan proses pendidikan politik yang baik dan meningkatkan pengetahuan dalam rangka mendorong partisipasi pemilih pemula baik dalam kegiatan pengawasan maupun proses penggunaan hak pilih pada hari pemungutan suara. Kegiatan ini berlangsung di SMKS Dua Putra Biinmaffo Desa Bijaepasu Kecamatan Miomaffo Tengah Kabupaten TTU, Rabu (25/5/2022. Kegiatan dimaksud melibatkan siswa-siswi bersama para guru pada sekolah itu sebagai peserta. Sebelum dimulai dengan sosialisasi Bawaslu TTU juga membagi-bagi leaflet dan stiker kepada peserta.

 

Ketua Bawaslu Kabupaten TTU, Martinus Kolo, SE ketika diberi kesempatan untuk berbicara pada kegiatan itu mengungkapkan bahwa hal ini sangat penting dilakukan sehingga proses pemilu maupun pemilihan kali ini pemilih pemula perlu didorong karena pemilih dengan kategori ini cukup potensial.

 

“Kami akan terus lakukan kegiatan sosialisasi pengawasan terlebih pada pemilih pemula. Segmentasi pemilih dengan kategori pemilih pemula cukup potensial atau cukup tinggi. Oleh karena itu focus kami adalah mendorong pemilih-pemilih ini untuk pada saatnya nanti turut berkontribusi baik dari segi pengawasan maupun dari segi penggunaan hak pilihnya dengan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk salurkan hak pilinya secara benar, sehingga menekan angka golongan putih (golput)”, ungkapnya.

 

Senada dengan itu Koordinator Divisi (Kordiv) Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Data, Informasi (SDMO Datin), Roswita Helen P. Taus, SE menyampaikan soal kelembagaan dengan visi, misi, slogan serta tugas dan fungsi sebagai pengawas pemilu.

 

“Secara kelembagaan Bawaslu memiliki visi, misi, slogan serta tugas dan fungsi seperti yang ditulis dalam leaflet yang telah dibagikan. Jika selama ini adik-adik termasuk bapak ibu guru, ada yang belum mengenal Bawaslu TTU maka melalui leflet yang kami bagikan itu mohon baca untuk diketahui”, paparnya.

 

Sementara Kordiv Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan antar Lembaga (PHL), Nonato Sarmento, S.Si, ketika dalam materinya menjelaskan mengenai Data pemilih berkelanjutan, pengawasan pemilu partisipatif.

 

“Bawaslu Kabupaten TTU saat ini dalam masa non tahapan, sedang mengawasi penyusunan Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) yang dilakukan KPU TTU. Karena itu bagi adik-adik yang sudah berusia 17 tahun ke atas setelah selesai kegiatan ini kami harus ambil data baik yang sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-E) maupun yang belum memilikinya, sebagai data uji petik bagi kami untuk urusan DPB ini. Lebih lanjut Nonato bahwa pemilih pemula termasuk pemilih rasional sehingga tentunya dalam pelaksanaan pemilu maupun pemilihan nanti sekiranya dapat membantu kami dalam proses pengawasan di tahapan berjalan. Tujuanya adalah untuk mencegah agar mengurangi terjadinya tingkat pelanggaran baik yang dilakukan peserta pemilu, tim sukses atau sebutan lain bahkan kami sebagai penyelenggara sendiri”, jelasnya.

 

Dia juga berharap agar ketika tahapan pemilu dan pemilihan mulai berjalan jika menemukan ada ujaran kebencian, berita bohong, menciptakan isu sara bahkan jika calon atau siapapun yang hendak menawarkan uang, barang atau dalam bentuk apa pun, di antara kita ada yang melihat, mendengar harap dilaporkan kepada kami”, harapnya.

 

Peserta cukup antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Hal tersebut terbukti karena dimana pada saat sesi diskusi peserta banyak yang mengajukan pertanyaan. Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan deklarasi tolak politik uang, tolak ujaran kebencian, hoax dan tolak politisasi SARA. (HmsBawasluTTU)

 

Berita Terkait

Serena Francis Apresiasi Peran Gereja dan RS Mamami dalam Pelayanan Kesehatan
Puluhan Siswa di Amanuban Selatan Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Sambut Mayday, Polda NTT Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Polda NTT dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal Bernilai Rp23,1 Miliar
Hardiknas 2026 Dipusatkan di Fatukoa, Wali Kota Kupang Soroti Momentum Kunjungan Menteri
Kepatuhan Pajak Jadi Sorotan, Wali Kota Kupang Minta ASN Jadi Teladan
Donasi dan Rumah Singgah, Keluarga NTL : Terima Kasih Pak Gubernur
Didukung Gubernur NTT, Donasi Rp19,25 Juta untuk NTL Terkumpul, Diserahkan Oleh Cabang Dinas Pendidikan

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:35 WIB

Serena Francis Apresiasi Peran Gereja dan RS Mamami dalam Pelayanan Kesehatan

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:48 WIB

Puluhan Siswa di Amanuban Selatan Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Kamis, 30 April 2026 - 21:47 WIB

Sambut Mayday, Polda NTT Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Kamis, 30 April 2026 - 18:05 WIB

Polda NTT dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal Bernilai Rp23,1 Miliar

Kamis, 30 April 2026 - 16:02 WIB

Kepatuhan Pajak Jadi Sorotan, Wali Kota Kupang Minta ASN Jadi Teladan

Berita Terbaru

Berita

Sambut Mayday, Polda NTT Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Kamis, 30 Apr 2026 - 21:47 WIB