Pemkot Minta Balai Diklat dan Pendidikan Kesehatan Milik Pemprov NTT Jadi Tempat Isolasi

- Jurnalis

Kamis, 28 Januari 2021 - 09:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Melonjaknya pasien Covid-19 di Kota Kupang menimbulkan berbagai permasalahan. Selain kekurangan oksigen, rumah sakit di Kota Kupang sudah tidak bisa menampung pasien Covid-19.

Terkait itu Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay meminta Balai Diklat dan Balai Pendidikan Kesehatan milik Pemprov NTT untuk dijadikan sebagai tempat isolasi. Fahrensy menyampaikan itu pada rapat koordinasi dalam rangka penguatan sinergi Pemprov NTT dan Pemkot Kupang dalam penanganan kasus positif covid 19 di Kota Kupang, yang berlangsung di ruang rapat Kantor Gubernur NTT, Rabu (27/1).

Rapat Koordinasi yang dipimpin Wakil Gubernur NTT, Joseph Adrianus Naesoi itu membahas kondisi darurat kasus Covid-19 di Kota Kupang.

Dihadapan Wagub NTT, Fahrensy mengatakan Pemkot Kupang membutuhkan dukungan Pemprov NTT dalam usaha bersama pencegahan penyebaran covid 19. Selain dukungan petugas untuk penegakkan protokol kesehatan, Sekda Kota Kupang juga mengakui saat ini Pemkot Kupang tengah mengupayakan tempat isolasi bagi para pasien positif yang tidak tertampung di rumah sakit.

Fahrensy juga sangat mengharapkan dukungan aparat keamanan, terutama saat proses penguburan pasien positif covid 19 secara protokol kesehatan. Banyak keluarga pasien Covid-19 yang melakukan kekerasan terhadap petugas ketika melaksanakan proses pemakaman dengan protokol Covid-19.

” Masih banyak warga, pihak keluarga yang menolak bahkan beberapa mengeluarkan kata-kata kasar hingga melakukan tindak kekerasan kepada para petugas ketika hendak melakukan prosedur penguburan pasien secara protokol covid 19. Karena itu sangat diharapkan kehadiran para petugas keamanan untuk menertibkan kendala tersebut,” ujarnya memohon.

Wagub Naesoi pada kesempatan itu mengatakan Pemprov NTT akan turun tangan untuk membantu Pemkot Kupang dalam penanganan Covid-19.

” Kota Kupang ini sudah tanggap darurat luar biasa. Mulai besok saya akan turun ke Kota Kupang. Tidak ada alasan lagi, mari kita berperang, bila perlu dengan cara paksa, tidak ada kompromi” kata Josef Nae Soi.

Ia mengatakan Pemprov NTT juga siap membantu kebutuhan oksigen yang mulai menipis di Kota Kupang, tentunya disesuaikan dengan kemampuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(AP)

Berita Terkait

Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan
Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Berbasis Partisipasi Warga, Lurah Liliba Perkuat Gotong Royong
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan
Kepemimpinan Cris Widodo, Kota Kupang Raih Penghargaan Nasional dari Kemenkes
Di Bawah Kepemimpinan Cristhian Widodo, Pemkot Kupang Raih Dua Penghargaan dari KPPN
Wali Kota Kupang Pastikan Biaya Pengobatan Ibu dan Anak Korban Kekerasan Tuntas
Distribusi BBM Mulai Normal, Christian Widodo Kerahkan Satpol PP Pantau 15 SPBU di Kupang

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:24 WIB

Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan

Rabu, 4 November 2026 - 08:13 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga

Selasa, 3 November 2026 - 20:09 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Kepemimpinan Cris Widodo, Kota Kupang Raih Penghargaan Nasional dari Kemenkes

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Di Bawah Kepemimpinan Cristhian Widodo, Pemkot Kupang Raih Dua Penghargaan dari KPPN

Berita Terbaru