Pasca Lambert Sau Lompat Ke Laut, Belum Ada Upaya Pencaharian

- Jurnalis

Selasa, 28 Juni 2022 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kupang, NTTPedia.id,- Keluarga Korban Lambert Sau hingga kini belum mendapat informasi terkait upaya pencarian pasca Lambert Sau lompat kelaut pada tanggal 24/06/2022. Padahal pihak keluarga korban sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melapor ke berbagai pihak terkait untuk melakukan upaya pencarian.

Ketua RT 04/RW 01, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Agtus Takubesi ketika dihubungi NTTPedia.id, Selasa, 28/06/2022 mengatakan hingga kini keluarga korban tidak mendapat informasi apapun baik dari pihak KM Berkat Tolado maupun Basarnas. Ia mengatakan pada kondisi yang dihadapi oleh keluarga korban Lambert Sau seharusnya negara hadir.

” Sampai Saat ini tidak ada lagi informasi lanjutan lagi,” kata Agtus ketika dihubungi melalui layanan pesan pribadi.

Ia juga mengatakan pihak kapal KM Berkat Tolado tidak lagi memberi informasi terkait upaya apa yang dilakukan pasca Lambert Sau terjun ke laut di perairan antara Alor dan Pulau Liran.

” Pihak Kapal juga tidak kasih info lagi,” ujarnya.

Untuk menggugah berbagai pihak, Agtus mengatakan akan kembali melapor ke Polda NTT meski sebelumnya laporan mereka ditolak oleh Polda dengan alasan berada di luar wilayah hukum Polda NTT. Bahkan keluarga diminta untuk melapor ke kantor polisi dimana kejadian itu terjadi.

Sementara itu Kapten Berkat Tolado yang dihubungi wartawan belum memberikan konfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, Seorang Pria Asal Kota Kupang, Lambert Sau dilaporkan nekad lompat kedalam laut di sekitar perairan antara Pulau Alor dan Pulau Liran. Lambert Sau bersama sejumlah calon Tenaga Kerja dari Belu, Timor Tengah Utara (TTU) dan Malaka menumpang KM Berkat Tolado. Oleh perekrut yang bernama Rinaldi Bai Adu, mereka akan bekerja di perusahan kelapa sawit di Sorong, Papua. Namun kenyataannya, Kapal yang ditumpangi Lambert bersama 19 tenaga kerja tidak menuju ke Papua tapi Ke Saumlaki.

Ketua RT 04/RW 01, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Agtus Takubesi mewakili keluarga korban menjelaskan kronologis Kejadian. Ia mengatakan Lambert Sau diajak bekerja ke Papua oleh perekrut yang bernama Rinaldi Bai Adu. Sebelumnya Rinaldi berkomunikasi dengan Kaka kandung Korban, Yohana Desi Sau melalui Facebook terkait perekrutan tenaga kerja di kebun kelapa sawit di Papua. Melalui komunikasi itu, Desi dan Rinaldi saling memberi nomor kontak masing-masing.(AP)

Berita Terkait

Gubernur NTT Singgung Judol dan Hoax Dalam Rakerda KPID NTT
Polres Belu dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal, Negara Selamat Rp23,1 Miliar
Puluhan Wartawan di Kupang Tertipu Undangan Jumpa Pers Bodong RAT Swastisari
Tragis! Bocah 6 Tahun di Kupang Tewas Tertembak Senapan Angin Saat Bermain
Soal MTN, Ahli Perdata Sebut Tanggung Jawab Tak Otomatis pada Pengambil Keputusan
Naik Sidik,Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Rp97 Juta Pembangunan SPPG
Kuasa Hukum Yupiter Selan Sebut Polda NTT Sudah Kantongi Terduga Pelaku Terkait Akun Lika Liku NTT
Riesta Megasari Tolak Restorative Justice , Kasus Penggelapan Uang Bangun SPPG Naik Ke Penyidikan 

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 20:23 WIB

Gubernur NTT Singgung Judol dan Hoax Dalam Rakerda KPID NTT

Senin, 27 April 2026 - 12:25 WIB

Polres Belu dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal, Negara Selamat Rp23,1 Miliar

Minggu, 26 April 2026 - 12:05 WIB

Puluhan Wartawan di Kupang Tertipu Undangan Jumpa Pers Bodong RAT Swastisari

Sabtu, 25 April 2026 - 13:59 WIB

Tragis! Bocah 6 Tahun di Kupang Tewas Tertembak Senapan Angin Saat Bermain

Sabtu, 25 April 2026 - 09:24 WIB

Soal MTN, Ahli Perdata Sebut Tanggung Jawab Tak Otomatis pada Pengambil Keputusan

Berita Terbaru