Pesan Bank Indonesia, Bank NTT Terus Bertumbuh Jadi Agen Pembangunan

- Jurnalis

Sabtu, 16 Juli 2022 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kupang, NTTPedia.id,-Hari Minggu besok, 17 Juli 2022, Bank NTT genap berusia 60 tahun. Dan, di usia yang lebih dari setengah abad ini, Bank Indonesia memberi pesan kepada bank yang dinahkodai oleh Harry Alexander Riwu Kaho untuk terus bertumbuh, selalu menjadi agen dalam pembangunan. Penegasan ini disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, kepada wartawan di Kupang, belum lama ini.

“Selamat ulang tahun ke-60 kepada Bank NTT. Semoga semakin sukses, jaya dan menjadi agent of development, agen pembangunan bagi NTT,”ungkap I Nyoman ketika dimintai komentarnya untuk Bank NTT yang merayakan HUT Ke-60.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masih menurut tokoh kreatif ini, di NTT masih banyak yang tantangan yang dihadapi, terutama infrastruktur yang belum memadai, sumber daya manusia dan kemiskinan masih menjadi kendala utama, juga kesehatan dan vaksinasi.

Baca Juga :  BNI Banjir Pujian di Loud Fest 2022

“Kalau melihat tantangan-tantangan ini tentunya kita harus berpacu dengan waktu dengan semua stakeholder, Bank NTT sebagai perbankan yang dimiliki oleh pemerintah daerah tentu memiliki kewajiban untuk terus mendorong pembiyaan di sektor produksi terutama sektor pertanian, peternakan, ketahanan pangan dan juga holtikultura,”kata I Nyoman.

I Nyoman mengatakan, Bank Indonesia perwakilan provinsi NTT sendiri juga sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah dan beberapa stakeholder untuk mendukung pembiayaan jagung, dengan ekosistem. Bank NTT bisa berperan dalam hal ini dan juga di bidang peternakan.

Baca Juga :  BRI Dinobatkan sebagai Tempat Bekerja Terbaik di Asia versi HR Asia

“Ke depan kita juga akan mendorong pembiayaan di bidang rumput laut, perikanan dan lainnya,” jelasnya. Menurutnya, disrupsi terbesar di abad ini adalah digitalisasi, jadi semua harus survive. Bukan hanya Bank NTT menjadi digital, setidaknya harus awareness dan selalu update terhadap digitalisasi.

“Bank NTT juga harus menjadi bank digital. Tahun lalu sudah dilihat Bank NTT menjadi smart digital bank, tentunya strategi dan road map-nya sudah bagus, sekarang bagaimana secara konsisten diimplementasikan kemudian membangun SDM di bidang digital dan terakhir tentunya bagaimana membangun budaya. Jadi tidak cukup hanya di bidang SDM tetapi juga membangun budaya di bidang digital,”tandasnya. (Fdz)

Berita Terkait

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Satu Anak Pelatih Valencia B yang Masih Hilang
Tokoh Masyarakat Fatukoa Keluhkan Jalan Molo Oetun dan Titus Nau Tak Dikerjakan, Proyek Diduga Tak Sesuai Papan Informasi
Dua Anak Pelatih Valencia B Masih Hilang, Tim SAR Gabungan Perpanjang Operasi Pencarian
Kemenkopolkam Apresiasi Kekompakan Tim SAR Gabungan dalam Pencarian Korban KM Putri Sakinah
Jasad Pelatih Valencia B Ditemukan di Selat Padar, Dua Anaknya Masih Hilang
Pencarian Hari Ke-10, Tim SAR Gabungan Kembali Temukan Satu Korban KM Putri Sakinah
Anggota Komisi I DPR RI Gavriel Novanto Sampaikan Duka Meninggalnya Ibunda AMR, Minta Komdigi Awasi Akun Penyebar Fitnah
Gubernur NTT Temui Keluarga Korban KM Putri Sakinah Asal Spanyol di Labuan Bajo

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Satu Anak Pelatih Valencia B yang Masih Hilang

Jumat, 9 Januari 2026 - 15:33 WIB

Tokoh Masyarakat Fatukoa Keluhkan Jalan Molo Oetun dan Titus Nau Tak Dikerjakan, Proyek Diduga Tak Sesuai Papan Informasi

Senin, 5 Januari 2026 - 13:53 WIB

Dua Anak Pelatih Valencia B Masih Hilang, Tim SAR Gabungan Perpanjang Operasi Pencarian

Minggu, 4 Januari 2026 - 18:59 WIB

Kemenkopolkam Apresiasi Kekompakan Tim SAR Gabungan dalam Pencarian Korban KM Putri Sakinah

Minggu, 4 Januari 2026 - 15:06 WIB

Jasad Pelatih Valencia B Ditemukan di Selat Padar, Dua Anaknya Masih Hilang

Berita Terbaru

Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) mendesak pemerintah meninjau ulang kebijakan perpajakan agen asuransi yang dinilai tidak adil dan menimbulkan ketidakpastian hukum, menyusul pemberlakuan PMK-168/PMK.03/2023, implementasi Core Tax Administration System, serta munculnya tafsir keliru atas PMK 81/2024.

Berita

PAAI Minta Pemerintah Tinjau Ulang Pajak Agen Asuransi

Senin, 12 Jan 2026 - 19:51 WIB