Korban Hoax, Yohana Lisapaly dan Pj Gubernur NTT Tak Saling Kenal, Ada Fitnah Berbau Politik

- Jurnalis

Senin, 11 November 2024 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTpedia.id, – Nama Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohana Lisapaly diseret oleh pemberitaan sejumlah media lokal yang menyebut dirinya ikut terlibat dalam skenario Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT.

Selain Yohana Lisapaly, kader Partai NasDem Kota Kupang Susana Saye, serta birokrat Pemprov NTT Doris Rihi juga namanya ikut disebut. Bahkan, dalam rencana RUPS Bank NTT, keduanya dituding ikut mengskenariokannya dengan melakukan pertemuan bersama Pj Gubernur NTT Andriko Noto Susanto. Pertemuan ini disebut berlangsung di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT.

 

Yang lebih parah lagi, narasi yang dibangun sejumlah media lokal tersebut sangat ekstrim dengan menyebut para kader NasDem NTT ini terlibat dalam upaya perampokan di Bank NTT, melalui kredit fiktif, guna membiayai salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pilgub NTT 2024.

 

Menanggapi hal ini, Yohana Lisapaly kepada media, Senin (11/11/2024), secara tegas membantah tudingan tersebut. Yohana menegaskan bahwa tudingan tersebu tidaklah benar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi menurut Yohana, dirinya tidak mengenal Pj Gubernur NTT Andriko Noto Susanto.

 

“Saya tidak kenal dengan Pj Gubernur. Begitu juga Pj Gubernur tidak kenal saya. Sejak saya pensiun, saya tidak pernah ke Rujab Gubernur NTT,” kata Yohana Lisapaly.

 

Kemudian, Yohana menjelaskan, pada tanggal 4 November 2024, dirinya sedang sibuk melakukan rapat di Kantor DPW NasDem NTT sejak pagi hingga malam, terkait persiapan Paket SIAGA turun ke lokasi bencana erupsi Gunung Lewotobi di Kabupaten Flores Timur.

 

Oleh karena itu, Yohana mengaku sangat kecewa dengan tudingan yang disematkan pada dirinya itu. Secara tegas, dia meminta agar ketidakbenaran informasi yang menyeret namanya itu harus bisa dipertanggungjawabkan.

 

“Sehubungan dengan itu, saya minta kepada yang menulis pemberitaan tentang saya yang tidak benar untuk memulihkan nama baik saya,” tegas Lisapaly.(AP)

Berita Terkait

Bandara Sasi Dikerjakan, Tapi Belum Masuk APBD TTU 2026
Julie Laiskodat Minta MBG di Alor Libatkan Mama-Mama dan Milenial sebagai Pemasok
SPK Sebut NTT Tidak Kekurangan Potensi Tapi Yang Kurang Adalah Eksekusi
Warga Boti Merugi Ratusan Juta Akibat Dugaan Perdes Bodong, Warga Sonaf Lapor Polisi
Viktor Laiskodat Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kupang, Tekankan Penguatan Nilai Persatuan
Satu Tahun kepemimpinan Gubernur dan wakil Gubernur NTT “Melky-Jhoni”,Akademisi Unwira: Baru Tahap awal , Dorong Akses keterbukaan Kebijakan Publik 
Rakyat dibiarkan mencekik,PERMASA-KUPANG sebut DPRD Kab. Sabu Raijua tidak berguna untuk rakyat
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:27 WIB

Bandara Sasi Dikerjakan, Tapi Belum Masuk APBD TTU 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 08:40 WIB

Julie Laiskodat Minta MBG di Alor Libatkan Mama-Mama dan Milenial sebagai Pemasok

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:39 WIB

SPK Sebut NTT Tidak Kekurangan Potensi Tapi Yang Kurang Adalah Eksekusi

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:16 WIB

Warga Boti Merugi Ratusan Juta Akibat Dugaan Perdes Bodong, Warga Sonaf Lapor Polisi

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:27 WIB

Viktor Laiskodat Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kupang, Tekankan Penguatan Nilai Persatuan

Berita Terbaru