Terbesar di Indonesia, Portofolio Sustainable Finance BRI Capai Rp807,8 Triliun

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 19:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,NTTPedia.id – Di tengah meningkatnya kesadaran global akan pentingnya transisi menuju ekonomi hijau dan inklusif, pembiayaan berkelanjutan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan yang ramah lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan sosial. Sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya melaluipenyaluran kredit yang berorientasi pada keberlanjutan (sustainability), mencakup pembiayaan UMKM dan sektor ramah lingkungan di seluruh pelosok negeri.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Human Capital & Compliance BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto yang menjelaskan bahwa prinsip sustainability telah menjadi bagian dari arah strategis jangka panjang BRI dalam membangun bisnis yang tangguh dan berkelanjutan serta mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon dan inklusif. “Setiap kebijakan dan lini bisnis operasional BRI disusun dengan mempertimbangkan keseimbangan antara potensi bisnis, manajemen risiko, serta dampaknya terhadap aspek sosial serta lingkungan,” ujarnya.

BRI konsisten menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor yang memberikan manfaat nyata, baik bagi ekonomi rakyat maupun kelestarian bumi. Pembiayaan yang disalurkan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau Social Loan merupakan dukungan terhadap inklusi keuangan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus penguatan ketahanan ekonomi berbasis kerakyatan.

Selain itu, BRI menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor yang mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan inklusif yang berkontribusi menekan emisi. Portofolio pembiayaan hijau (green loan) BRI mencakup proyek energi baru terbarukan, transportasi ramah lingkungan, bangunan hijau, produk ramah lingkungan, serta berbagai Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) lainnya yang diidentifikasi berdasarkan POJK No. 51 tahun 2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.

Hingga Triwulan II 2025 portofolio sustainable financing BRI mencapai Rp807,8 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 64,01% dari total portofolio pembiayaan BRI. Portofolio ini terdiri oleh social loan yang mencapai Rp715,5 triliun, pembiayaan hijau atau green loan sebesar Rp86,9 triliun, serta investasi pada ESG-based corporate bonds senilai Rp5,4 triliun.

Dengan demikian, BRI tidak hanya menciptakan nilai ekonomi dan memberikan dampak finansial kepada nasabah, namun juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia terutama pada Goals No. 8 – Decent Work and Economic Growth dan Goals No. 11 – Sustainable Cities & Communities melalui integrasi prinsip keberlanjutan dalam strategi pembiayaan dan model bisnis Perseroan.

Selain penyaluran kredit dan melakukan investasi, BRI juga menerbitkan instrument pendanaan seperti Sustainability Bond, Green Bond, Social Bond, dan instrument pendanaan lainnya yang berbasis sustainability. Hingga Triwulan II/2025, portofolio sustainable funding BRI telah mencapai 65,65% dari total wholesale funding yang dihimpun BRI. Dalam menerbitkan bond berbasis keberlanjutan, BRI mengacu pada standar-standar yang berlaku, di antaranya POJK No. 60 tahun 2017 terkait Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond) yang diperbarui melalui POJK No. 18 tahun 2023 terkait Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk Berlandaskan Keberlanjutan. Tidak hanya mengacu pada regulasi nasional, BRI juga berpedoman pada guidelines penerbitan instrumen bond yang dikeluarkan International Capital Market Association (ICMA).Seperti halnya menyalurkan pembiayaan berkelanjutan, BRI pun memperhatikan impact atas penyaluran proceed penerbitan instrument pendanaan berbasis sustainability yang dilakukan. Atas penyaluran proceed dari Green Bond dan Social Bond, BRI menyasar sektor dan kategori berkelanjutan seperti Renewable Energy melalui pembiayaan ke pembangkit listrik tenaga air, Sustainable Land Use melalui pembiayaan ke sektor kelapa sawit bersertifikasi keberlanjutan, serta Employment Generation dan Socioeconomic Advancement melalui penyaluran KUR dan Kupedes.***

Berita Terkait

Tok! Golkar Tetapkan Prabowo Jadi Capres 2029, Gibran Masih Dipertimbangkan
Dua Kali Diguncang Gempa, Penelitii BRIN Sebut  Dua Sesar Aktif di Kabupaten Kupang
Geger Surat Pemakzulan Gibran, Fraksi NasDem: Hoaks
Julie Laiskodat Dorong Keringanan Kredit, Kini OJK Beri Perlakuan Khusus untuk Korban Gempa Flores
62 Gempa Susulan Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Catat Kekuatan hingga M4,3
Erupsi Lewotobi Putus Akses Udara, Julie Laiskodat Minta Subsidi Kapal untuk Flores Timur-Lembata
BNPB Ungkap Progres Huntara di 7 Kabupaten Pascagempa M7,7 Flores
Kota Kupang Raih Dua Penghargaan Nasional, Bawa Pulang Rp1 Miliar dan 250 Program Bedah Rumah

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tok! Golkar Tetapkan Prabowo Jadi Capres 2029, Gibran Masih Dipertimbangkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Dua Kali Diguncang Gempa, Penelitii BRIN Sebut  Dua Sesar Aktif di Kabupaten Kupang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Geger Surat Pemakzulan Gibran, Fraksi NasDem: Hoaks

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Julie Laiskodat Dorong Keringanan Kredit, Kini OJK Beri Perlakuan Khusus untuk Korban Gempa Flores

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:44 WIB

62 Gempa Susulan Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Catat Kekuatan hingga M4,3

Berita Terbaru