Home / Tak Berkategori

Hilirisasi Kakao Wujud Implementasi Dasa Cita Melki, Kabupaten Ende Jadi Piloting

- Jurnalis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pohon Kakao. Foto: Internet

Pohon Kakao. Foto: Internet

Kupang, NTTPedia.id- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan langkah konkret untuk memperkuat sektor perkebunan melalui program hilirisasi kakao yang akan dimulai pada tahun 2026.

Saat ini, NTT memiliki sekitar 60.000 hektare lahan kakao dengan produksi mencapai 20.000 ton per tahun, namun sebagian besar tanaman sudah berusia tua dan membutuhkan peremajaan agar produktivitas meningkat.

60.000 hektare lahan kakao tersebar di sejumlah kabupaten sentra, antara lain Sikka, Ende, Flores Timur, Manggarai Timur, dan Sumba Barat. Namun, sebagian besar tanaman sudah berusia tua dan produktivitasnya menurun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini merupakan implementasi Dasa Cita pertama Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena, yang menekankan pentingnya membangun rantai pasok efisien dan berkelanjutan di sektor perkebunan.

” Kita mulai dulu dengan yang ada. Entah besar atau kecil, yang penting dimulai dulu agar menjadi contoh untuk pengembangan ke depan,” ujar Gubernur Melkiades Laka Lena ketika melakukan pertemuan dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di ruang kerjanya, Kamis (9/10/2025).

Baca Juga :  Natal: Bahagia bagi Sebagian

Pertemuan itu dihadiri Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Normansyah Hidayat, serta Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi NTT, Adi Setiawan, dan Kepala Dinas Perkebunan NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda. Pertemuan membahas langkah konkret pengembangan kakao terpadu mulai dari pembibitan hingga pengolahan hasil di tingkat petani.

Normansyah menjelaskan, program ini akan menjadikan NTT sebagai model nasional pengembangan kakao terintegrasi. Kabupaten Ende, khususnya di wilayah Zuzuzea–Nangapenda, dipilih sebagai lokasi piloting karena memiliki potensi besar baik dari sisi lahan maupun sumber daya manusia.

“ Program ini bersifat full package, mulai dari pembibitan, peremajaan, perawatan, panen, hingga hilirisasi hasil panen. Bahkan disiapkan juga beasiswa bagi pengembangan SDM lokal di sektor kakao,” ungkap Normansyah.

Joaz Bily Oemboe Wanda menelaskan dari total 60.000 hektare kebun kakao di NTT, sekitar 70 persen di antaranya sudah tidak produktif dan perlu diremajakan. Melalui kolaborasi dengan BPDP, pemerintah provinsi akan menyediakan bibit unggul lokal dan memberikan bantuan hingga dua hektare per petani.

Baca Juga :  Gubernur NTT Berduka untuk Affan Kurniawan, Ingatkan Hindari Aksi Anarkis

” Target kami, produksi meningkat dua kali lipat dalam lima tahun pertama. Dengan peremajaan dan hilirisasi, NTT akan menjadi salah satu produsen kakao utama di Indonesia Timur,” jelasnya.

Program ini akan mulai dijalankan pada 2026, setelah regulasi pendukung diterbitkan oleh Kementerian Hukum dan HAM. Implementasinya disinergikan dengan Anggaran Bantuan Transfer (ABT) untuk menghindari tumpang tindih bantuan.

Inisiatif ini sejalan dengan Dasa Cita Ayo Bangun NTT yang dicanangkan Gubernur Melkiades Laka Lena yaitu membangun rantai pasok pertanian dan perkebunan yang berkelanjutan, bernilai tambah tinggi, dan berdaya saing nasional. Melalui kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, kakao diharapkan menjadi motor baru ekonomi hijau NTT.(hms)

Berita Terkait

Road to JFSS 2026: Pemerintah & Kadin Tegaskan Ketahanan Pangan jadi Prioritas
Soal Ijin Penebangan Pohon di KHDTK Oelsonbai, BPJN NTT Sebut Itu Urusan Pemda
PAAI Minta Pemerintah Tinjau Ulang Pajak Agen Asuransi
Kopda Anumerta Satria Taopan Gugur Ditembak KKB, Gubernur NTT Datangi Rumah Duka
Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Satu Anak Pelatih Valencia B yang Masih Hilang
Kodam IX/Udayana Klarifikasi Isu Viral Pengantaran Pelda Chrestian Namo ke Denpom Kupang
Tokoh Masyarakat Fatukoa Keluhkan Jalan Molo Oetun dan Titus Nau Tak Dikerjakan, Proyek Diduga Tak Sesuai Papan Informasi
Kecelakaan Laut Tewaskan Pelatih Valencia B, Polda NTT Tetapkan Nahkoda dan ABK Jadi Tersangka

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:23 WIB

Road to JFSS 2026: Pemerintah & Kadin Tegaskan Ketahanan Pangan jadi Prioritas

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:06 WIB

Soal Ijin Penebangan Pohon di KHDTK Oelsonbai, BPJN NTT Sebut Itu Urusan Pemda

Senin, 12 Januari 2026 - 19:51 WIB

PAAI Minta Pemerintah Tinjau Ulang Pajak Agen Asuransi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 15:43 WIB

Kopda Anumerta Satria Taopan Gugur Ditembak KKB, Gubernur NTT Datangi Rumah Duka

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Satu Anak Pelatih Valencia B yang Masih Hilang

Berita Terbaru

Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) mendesak pemerintah meninjau ulang kebijakan perpajakan agen asuransi yang dinilai tidak adil dan menimbulkan ketidakpastian hukum, menyusul pemberlakuan PMK-168/PMK.03/2023, implementasi Core Tax Administration System, serta munculnya tafsir keliru atas PMK 81/2024.

Berita

PAAI Minta Pemerintah Tinjau Ulang Pajak Agen Asuransi

Senin, 12 Jan 2026 - 19:51 WIB