Kupang, NTTPedia.id,-Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menggagas kebijakan baru bertajuk jam belajar di rumah Bersama orang tua. Gagasan ini akan mengatur jam belajar di rumah dan diterapkan setiap Senin hingga Jumat pukul 17.30–19.00 WITA, serta Minggu pada jam yang sama, sementara Sabtu menjadi waktu bebas bagi keluarga.
Program ini pernah ada di jaman Eks Gubernur NTT, Almarhum Frans Leburaya melalui program Gong Belajar pada tahun 2011 silam. Program ini kemudian dikukuhkan dalam Peraturan Gubernur NTT Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Pelaksanaan Gong Belajar. Program ini kemudian tidak dilanjutkan pada kepemimpinan berikutnya.
Gagasan pengaturan jam belajar ini diutarakan Melki Lakalena ketika memimpin apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT di halaman Gedung Sasando, Senin (13/10/2025).
Ia mengatakan pengaturan jam belajar dirumah sebagai upaya membangun budaya belajar dan memperkuat peran keluarga dalam pendidikan anak dirumah.
Dijelaskannya lebih lanjut gagasan ini muncul sebagai tindak lanjut dari pertemuan inspiratif bersama kepala sekolah, pengawas, dan ketua OSIS se-Pulau Sumba pekan lalu.
“ Rencana jam belajar ini bukan sekadar soal pendidikan, tapi tentang membangun budaya belajar dan kebersamaan di rumah. Kita ingin anak-anak NTT tumbuh dalam keluarga yang saling mengasihi, berkualitas, dan punya iman yang baik,” kata Melki seperti dikutip dalam rilis Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Program itu kata Melki, bertujuan meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa, memperkuat kedekatan keluarga, serta menanamkan nilai spiritual melalui doa dan kebersamaan di rumah.
“ Melalui kebijakan ini, kita ingin menjadikan rumah sebagai sekolah pertama anak-anak, dan orang tua sebagai guru utama. Kalau rumah tangguh, anak-anak tentu kuat dan cerdas. Kalau anak-anak kuat, masa depan SDM NTT pasti lebih baik,” tegasnya.
Program ini kata Melki akan segera dibahas bersama Dinas Pendidikan dan kebudayaan NTT serta pihak terkait untuk diformulasikan dalam bentuk regulasi daerah.(AP)














