Pengadilan Militer Kupang Gelar Sidang Perdana Kasus Kematian Prada Lucky

- Jurnalis

Senin, 27 Oktober 2025 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id – Pengadilan Militer III-15 Kupang menggelar sidang perdana kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan meninggalnya Prajurit Dua (Prada) Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit Batalyon Teritorial Pembangunan 834/Waka Nga Mere, Nagekeo.

Sidang berlangsung di ruang sidang utama Pengadilan Militer III-15 Kupang, Senin (27/10/2025).

Sidang perdana ini menghadirkan terdakwa Lettu Ahmad Faizal, S.Tr (Han) dengan nomor perkara 40-K/PM.III-15/AD/X/2025.

Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Mayor Chk Subiyatno, didampingi Kapten Chk Denis Carol Napitupulu, dan Kapten Chk Zainal Arifin Anang Yulianto.

Bertindak sebagai panitera Letda I Nyoman Darma Setiawan, sementara Letkol Chk Yusdiharto hadir sebagai Oditur (Jaksa Militer).

Sekitar pukul 09.35 WITA, terdakwa Ahmad Faizal dikawal masuk ke ruang sidang. Ia tampak tenang saat melewati kerabat dan keluarga mendiang Prada Lucky yang berada di pintu ruang sidang utama.

Di luar ruang sidang, orang tua Prada Lucky yakni Serma Kristian Namo dan Sepriana Paulina Mirpey, turut hadir mengikuti jalannya proses persidangan.

Sang ayah terlihat mengenakan seragam TNI lengkap, sementara ibunda korban tampak mengenakan kaos putih dan celana jeans biru, memeluk erat foto putranya.

Tangis Sepriana pecah ketika terdakwa melintas menuju ruang sidang. Sambil terisak, ia menuntut agar terdakwa diberhentikan dari dinas militer.

“Kau harus dipecat! Pecat kau! Kau hilangkan nyawa anak saya,” ucapnya dengan suara terbata sambil menangis.

Meski dihantui kesedihan, Sepriana mengaku sedikit lega karena akhirnya kasus kematian putranya mulai disidangkan setelah lebih dari dua bulan menunggu.

“Sebagai orang tua, kami merasa lega karena akhirnya para tersangka menjalani proses persidangan,” ujarnya.

Ia berharap proses persidangan dapat berjalan dengan baik dan transparan sehingga keadilan dapat ditegakkan.

“Saya hanya meminta keadilan. Anak saya sudah meninggal, jadi kami hanya ingin keadilan,” kata Sepriana penuh harap.

Kepada para hakim dan Oditur, ia juga meminta agar persidangan mampu mengungkap seluruh fakta-fakta terkait peristiwa tragis yang menewaskan putranya, serta menggali keterangan dari 22 tersangka yang akan disidangkan secara bergilir.

“Saya harap para tersangka juga bisa berkata jujur, jangan lagi saling melindungi,” tambahnya.

Beberapa kerabat dan adik dari Prada Lucky tampak berusaha menenangkan Sepriana agar tetap tenang mengikuti jalannya sidang perdana tersebut.

Berita Terkait

Polres Belu dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal, Negara Selamat Rp23,1 Miliar
Puluhan Wartawan di Kupang Tertipu Undangan Jumpa Pers Bodong RAT Swastisari
Tragis! Bocah 6 Tahun di Kupang Tewas Tertembak Senapan Angin Saat Bermain
Soal MTN, Ahli Perdata Sebut Tanggung Jawab Tak Otomatis pada Pengambil Keputusan
Naik Sidik,Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Rp97 Juta Pembangunan SPPG
Kuasa Hukum Yupiter Selan Sebut Polda NTT Sudah Kantongi Terduga Pelaku Terkait Akun Lika Liku NTT
Riesta Megasari Tolak Restorative Justice , Kasus Penggelapan Uang Bangun SPPG Naik Ke Penyidikan 
Penggugat Tanah Milik Janda di Kupang Tidak Mampu Tunjukan Tapal Batas dan Tak Kenali Para Tetangga 

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 12:25 WIB

Polres Belu dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal, Negara Selamat Rp23,1 Miliar

Minggu, 26 April 2026 - 12:05 WIB

Puluhan Wartawan di Kupang Tertipu Undangan Jumpa Pers Bodong RAT Swastisari

Sabtu, 25 April 2026 - 13:59 WIB

Tragis! Bocah 6 Tahun di Kupang Tewas Tertembak Senapan Angin Saat Bermain

Sabtu, 25 April 2026 - 09:24 WIB

Soal MTN, Ahli Perdata Sebut Tanggung Jawab Tak Otomatis pada Pengambil Keputusan

Selasa, 21 April 2026 - 07:58 WIB

Naik Sidik,Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Rp97 Juta Pembangunan SPPG

Berita Terbaru