Dihadapan Menteri, Prof. Apris Adu Paparkan Strategi Transformasi Undana Dari Kampus ke Ekonomi Sosial 

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025 - 20:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, NTTPedia.id,- Tiga calon Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi menjalani wawancara dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pada Kamis, 13 November 2025. Mereka adalah Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si., Prof. Dr. Jefri Bale, S.T., M.Eng., dan Prof. Dr. Apris Adu, S.Pt., M.Kes.

 

Dalam sesi wawancara tersebut, Prof. Apris Adu mendapat kesempatan memaparkan visi, arah pembangunan kampus, serta strategi transformasi Undana di hadapan Menteri Pendidikan Tinggi, Prof. Brian Yuliarto.

 

Prof. Apris menegaskan bahwa visi Undana sebagai universitas unggul, inklusif, dan berdampak hanya dapat diwujudkan jika kampus tidak lagi dipahami sebatas ruang transfer ilmu. Undana, kata Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) ini, harus berevolusi menjadi pusat transformasi ekonomi dan sosial bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

“Kampus tidak boleh hanya menjadi ruang mengajar. Undana harus menjadi pusat transformasi ekonomi dan sosial kemasyarakatan,” ujar Prof. Apris dalam sesi wawancara di Jakarta, Jumat kemarin.

 

Untuk mewujudkan perubahan tersebut, mantan Aktivis GMKI Kupang ini menekankan pentingnya memperkuat magang berdampak dengan memperluas kemitraan industri, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dan kampus semakin dekat dengan kebutuhan lapangan.

 

Prof. Apris menjelaskan bahwa seluruh program kerjanya berlandaskan pada 8 Program Utama ASTACITA yang bertumpu pada empat pilar strategis. Pilar pertama berfokus pada penciptaan SDM yang berkualitas, unggul, inovatif, dan mampu melahirkan talenta riset. Pilar kedua mendorong penguatan riset dan pengabdian masyarakat yang unggul dan inovatif. Pilar ketiga memastikan hasil riset serta pengabdian dapat dihilirisasi dan dikomersialisasi sehingga memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah. Sementara pilar keempat menekankan pentingnya kebijakan kampus yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

Sejalan dengan pilar riset dan inovasi tersebut, Prof. Apris menyoroti perlunya peningkatan anggaran penelitian dan pengabdian sebagai fondasi untuk menghasilkan produk riset yang dapat dihilirisasi. Ia menjelaskan bahwa anggaran Undana saat ini, yang berada di kisaran Rp5 hingga 8 miliar, masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan universitas lain dengan status yang sama.

 

Karena itu, menurutnya, Undana harus meningkatkan kapasitas pendanaan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, LSM, dan dunia industri. Dengan peningkatan anggaran tersebut, hasil riset yang lahir akan memberikan manfaat seimbang bagi masyarakat, industri, dan Undana.

 

“Hilirisasi hasil riset dan kebijakan yang adaptif adalah kunci agar universitas tetap relevan dengan tuntutan zaman,” jelasnya.

 

Informasi yang dihimpun media menyebutkan bahwa wawancara di Kemendiktisaintek ini merupakan tahapan penting dan tidak terpisahkan dalam proses pemilihan Rektor Undana, Kupang.(AP)

 

Berita Terkait

Tok! Golkar Tetapkan Prabowo Jadi Capres 2029, Gibran Masih Dipertimbangkan
Dua Kali Diguncang Gempa, Penelitii BRIN Sebut  Dua Sesar Aktif di Kabupaten Kupang
Geger Surat Pemakzulan Gibran, Fraksi NasDem: Hoaks
Julie Laiskodat Dorong Keringanan Kredit, Kini OJK Beri Perlakuan Khusus untuk Korban Gempa Flores
62 Gempa Susulan Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Catat Kekuatan hingga M4,3
Erupsi Lewotobi Putus Akses Udara, Julie Laiskodat Minta Subsidi Kapal untuk Flores Timur-Lembata
BNPB Ungkap Progres Huntara di 7 Kabupaten Pascagempa M7,7 Flores
Kota Kupang Raih Dua Penghargaan Nasional, Bawa Pulang Rp1 Miliar dan 250 Program Bedah Rumah

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tok! Golkar Tetapkan Prabowo Jadi Capres 2029, Gibran Masih Dipertimbangkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Dua Kali Diguncang Gempa, Penelitii BRIN Sebut  Dua Sesar Aktif di Kabupaten Kupang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Geger Surat Pemakzulan Gibran, Fraksi NasDem: Hoaks

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Julie Laiskodat Dorong Keringanan Kredit, Kini OJK Beri Perlakuan Khusus untuk Korban Gempa Flores

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:44 WIB

62 Gempa Susulan Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Catat Kekuatan hingga M4,3

Berita Terbaru