Jakarta, NTTPedia.id,- Tenaga Ahli Kemenko Pangan RI, Simon Petrus Kamlasi (SPK), sering menggunakan media sosial untuk menulis ide dan gagasan tentang membangun Nusa Tenggara Timur (NTT). Unggahan terbaru di sosial media Facebook, Ia mengkilas balik pernyataannya di Pilgub NTT 2024 silam.
” Kalau Melki menang, pakai baju saya. Itu yang pernah saya sampaikan saat pidato usai pengambilan nomor di KPUD. Dan hari ini, komitmen itu saya pegang,” tulis SPK dalam unggahannya pada Minggu, 13/04/2026.
Unggahannya itu menyiratkan komitmen dan kedewasaan politik SPK usai menelan pil pahit kekalahan pada Pilgub yang lalu. SPK kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan di NTT melalui kerja sama lintas pihak, pasca dinamika politik dalam pemilihan kepala daerah.
Menurut SPK tujuan utama saat ini bukan lagi kompetisi, melainkan kolaborasi. Ia menegaskan bahwa NTT membutuhkan kerja bersama untuk mendorong kemajuan di berbagai sektor.
“Kalau tujuannya membangun NTT, maka kita harus duduk satu meja dan bekerja bersama, ” ujar pensiunan Jenderal bintang satu ini.
Dalam konteks pembangunan NTT kolaborasi dengan program strategis nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo harus diimplementasikan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat NTT.
Ia mencontohkan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). Ia menilai, program-program tersebut memberikan arah yang jelas bagi pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan ekonomi masyarakat.
” Program-program ini memberi arah yang jelas bagi pembangunan daerah. Tugas kita memastikan ini berjalan dengan benar,’ ujar pria kelahiran Timor Tengah Selatan (TTS) ini.
SPK mendorong implementasi program harus dilakukan secara tepat agar memberikan dampak maksimal.
Ia menekankan pentingnya mencegah terjadinya capital flight agar perputaran ekonomi tetap berada di daerah, serta mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Selain itu, ia juga mendorong peran strategis petani, peternak, dan nelayan dalam rantai pasok program MBG, serta pentingnya Kopdes sebagai penguat ekonomi rakyat.
“Percepatan pembangunan juga harus tetap menjaga mutu,” tambahnya.
SPK mengatakan pembangunan tidak boleh dilandasi ego sektoral maupun kepentingan politik semata, melainkan harus berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.
“NTT tidak butuh ego. NTT butuh kerja bersama dan hasil,” ujarnya.














