Kupang, NTTPedia.id,- Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena baru saja melantik kepala sekolah SMA/SMK dan SLB se NTT. Dari 104 kepala sekolah yang dilantik, ada satu nama yang terang-terangan siap mensukseskan program inovatif One School One Product (OSOP) di lingkungan satuan Pendidikan yang dipimpinnya.
Namanya Matius Umbu Dassa yang resmi menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 1 Loli, Kabupaten Sumba Barat. Dihadapan wartawan, Umbu Dassa mengatakan setelah dilantik, Ia akan tancap gas untuk mewujudkan program OSOP selain tugas pokoknya sebagai kepala sekolah.
Ia menjelaskan OSOP merupakan langkah strategis mendorong kemandirian dan produktivitas sekolah. Meskipun SMA Negeri 1 Loli merupakan satuan Pendidikan yang masih tergolong baru.
Menurut Umbu Dassa, kepercayaan yang diberikan bukan sekadar jabatan melainkan tanggung jawab besar untuk menghadirkan perubahan nyata.
Ia berkomitmen menyelaraskan visi sekolah dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi NTT dalam membangun pendidikan yang kreatif, adaptif dan berdampak.
” Saya berterima kasih atas kepercayaan ini. Ini bukan sekadar posisi tetapi tanggung jawab untuk menjawab harapan pemerintah daerah agar sekolah mampu berinovasi,” ujarnya kepada wartawan usai dilantik belum lama ini di Kupang.
Melalui program OSOP, Umbu Dassa mendorong seluruh elemen sekolah, guru, siswa hingga masyarakat sekitar untuk berkolaborasi menciptakan produk unggulan berbasis potensi lokal. Umbu Dassa mengatakan Ia tidak hanya memperkuat proses pembelajaran tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
” Kami ingin mengembangkan potensi daerah di sekitar sekolah. Sekolah harus menjadi ruang yang hidup tidak hanya tempat belajar, tetapi juga mampu memberi dampak ekonomi dan sosial melalui produk yang dihasilkan,” ujarnya.
Selain fokus pada inovasi Umbu Dassa juga menegaskan kesiapan dirinya menghadapi evaluasi kinerja kepala sekolah yang dilakukan setiap dua tahun. Ia memandang evaluasi sebagai bagian penting dalam proses pertumbuhan kepemimpinan.
“Saya tidak alergi terhadap kritik. Evaluasi itu penting agar saya bisa terus berkembang. Saya siap dikritik dan tidak takut untuk dievaluasi,” kata Umbu Dassa. (AP)














