Gubernur NTT Luncurkan Meja Belajar, Gerakan Melki-Johni Dorong Revolusi Pendidikan

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena - Johni Asadoma meluncurkan Peraturan Gubernur (Pergub) Meja Belajar, Melki Johni Ajak Belajar. Peluncuran Pergub ini dilakukan pada momentum Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) , Sabtu, 02/05/2026 yang berlangsung di alun-alun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT.

Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena - Johni Asadoma meluncurkan Peraturan Gubernur (Pergub) Meja Belajar, Melki Johni Ajak Belajar. Peluncuran Pergub ini dilakukan pada momentum Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) , Sabtu, 02/05/2026 yang berlangsung di alun-alun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT.

Kupang, NTTPedia.id,- Ditengah meningkatnya kecanduan gadget yang menggerus konsentrasi belajar anak, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena – Johni Asadoma meluncurkan Peraturan Gubernur (Pergub) Meja Belajar, Melki Johni Ajak Belajar. Peluncuran Pergub ini dilakukan pada momentum Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) , Sabtu, 02/05/2026 yang berlangsung di alun-alun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT.

Turut hadir hadir pada kegiatan tersebut, Ketua DPRD NTT, Emy Nomleni, unsur Forkopimda NTT, Pj. Sekretaris Daerah NTT, Rita Wuisan, para Staf Ahli Gubernur dan Asisten Sekda Provinsi NTT, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemprov NTT, para Kepala Sekolah SMA/SMK se NTT serta para tokoh pendidikan, guru, pendidik, dan tenaga kependidikan.

Pergub Meja Belajar ini sebagai langkah tegas mengembalikan pendidikan ke rumah dan keluarga. Juga sebagai ajakan langsung kepada masyarakat untuk kembali membangun budaya belajar dari meja keluarga.

Emanuel Melkiades Laka Lena dalam penjelasan sebelumnya mengatakan pendidikan di NTT tidak bisa hanya bergantung pada sekolah tetapi harus dimulai dari keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak.

Menurutnya Meja Belajar adalahgerakan bersama masyarakat dan pemerintah untuk menghidupkan kembali kebiasaan belajar, berdoa dan berinteraksi dalam keluarga.

” Ini adalah gerakan untuk mengajak semua orang tua kembali hadir dalam proses belajar anak. Dari rumah kita bangun masa depan NTT,” kata Melki dalam kesempatan terpisah.

Ia juga menyentil dampak penggunaan gadget yang semakin tidak terkendali di kalangan anak-anak yang berpengaruh pada menurunnya konsentrasi dan kualitas belajar. Karena itu kata sosok yang akrab disapa Melki ini mengatakan Pergub Meja Belajar hadir sebagai solusi untuk mengarahkan penggunaan gadget secara lebih bijak, sekaligus membangun komunikasi yang lebih intens antara orang tua dan anak.

Menurutnya Meja Belajar harus dilihat sebagai gerakan masyarakat yang mengatur Jam Belajar di Rumah Bersama Orang Tua dengan dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Melalui Pergub Meja Belajar pelaksanaan Jam Belajar dilakukan secara rutin setiap hari Senin hingga Jumat sesuai jam belajar, kecuali hari libur. Kegiatan ini dapat disesuaikan dengan kondisi keluarga, kegiatan keagamaan, serta aktivitas adat dan budaya lokal, namun tetap menjaga disiplin waktu dan kebutuhan pembelajaran mandiri anak.

Melki mengatakan Pergub Meja Belajar tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga pembinaan karakter melalui penanaman nilai moral, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Selain itu, dilakukan pula penguatan keimanan melalui kegiatan keagamaan, peningkatan literasi melalui membaca dan penyelesaian tugas sekolah, serta pembelajaran berbasis budaya lokal seperti pengenalan seni tradisional, tenun ikat, dan tradisi adat.

Program ini juga mendorong terciptanya hubungan harmonis dalam keluarga melalui interaksi langsung antar anggota keluarga, sekaligus membatasi penggunaan gadget secara lebih sehat dan terkontrol.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo menjelaskanPergub Meja Belajar dirancang sebagai kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat.

” Kita tidak melarang gadget, tetapi mengatur penggunaannya. Yang penting adalah kehadiran orang tua dalam mendampingi anak, sehingga terbentuk disiplin, karakter, dan komunikasi yang sehat,” katanya.

Ia menambahkan program ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya belajar di lingkungan keluarga, meningkatkan keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak, mengurangi kecanduan gadget, memperkuat kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, serta membentuk karakter anak yang mandiri dan berintegritas.

Ia optimis Pergub Meja Belajar akan menjadi budaya baru di tengah masyarakat dan melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter serta siap menghadapi tantangan zaman.

Sebelumnya Gagasan Emanuel Melkiades Laka Lena, tentang program Jam Belajar di Rumah Bersama Keluarga mendapat dukungan luas dari orang tua murid di berbagai daerah. Mereka menilai kebijakan ini efektif untuk mengurangi kecanduan gadget, meningkatkan literasi anak, serta memperkuat peran keluarga dalam proses pendidikan.

Sejumlah orang tua, seperti Agustina Hara Aji di Sumba Timur dan Yuliana Bela di Kota Kupang, menyebut program ini membantu anak lebih fokus belajar dan memberi ruang bagi orang tua untuk terlibat aktif. Selain mendorong kebiasaan membaca, program ini juga dinilai mempererat hubungan emosional dalam keluarga melalui aktivitas bersama seperti belajar, makan, dan berdoa.

Dukungan serupa datang dari orang tua di Ende yang menilai kebijakan ini sebagai langkah positif untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak. Mereka berharap program Jam Belajar di Rumah yang direncanakan berlangsung Senin–Jumat pukul 17.30–19.00 ini dapat disosialisasikan hingga ke tingkat desa, serta melibatkan sekolah dan gereja agar menjadi gerakan kolektif di seluruh NTT.

Dukungan juga datang dari Tokoh muda diaspora NTT di Jakarta, Agustinus Tetiro. Ia menilai Pergub Meja Belajar penting untuk membangun kebiasaan disiplin belajar dan meningkatkan kualitas generasi muda, merujuk pada tradisi pendidikan ketat yang pernah melahirkan tokoh-tokoh besar asal NTT.

Menurut Agustinus Pergub Meja Belajar harus menjadi budaya kolektif yang melibatkan keluarga, sekolah, dan pemerintah, dengan diisi aktivitas akademik seperti membaca, menulis, hingga latihan public speaking. Ia optimistis kebiasaan ini dapat mengurangi ketergantungan pada gadget sekaligus mengangkat kembali budaya literasi di NTT, dengan dukungan penyediaan buku berkualitas dan fasilitas perpustakaan.(AP)

Berita Terkait

Serena Francis Apresiasi Peran Gereja dan RS Mamami dalam Pelayanan Kesehatan
Puluhan Siswa di Amanuban Selatan Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Sambut Mayday, Polda NTT Gelar Doa Bersama Lintas Agama
KPID NTT Dukung Pembentukan Klinik Narkoba Digital, Serukan Pengawasan Ketat Penggunaan Gadget Anak
Hardiknas 2026 Dipusatkan di Fatukoa, Wali Kota Kupang Soroti Momentum Kunjungan Menteri
Kepatuhan Pajak Jadi Sorotan, Wali Kota Kupang Minta ASN Jadi Teladan
Donasi dan Rumah Singgah, Keluarga NTL : Terima Kasih Pak Gubernur
Didukung Gubernur NTT, Donasi Rp19,25 Juta untuk NTL Terkumpul, Diserahkan Oleh Cabang Dinas Pendidikan

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:11 WIB

Gubernur NTT Luncurkan Meja Belajar, Gerakan Melki-Johni Dorong Revolusi Pendidikan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:35 WIB

Serena Francis Apresiasi Peran Gereja dan RS Mamami dalam Pelayanan Kesehatan

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:48 WIB

Puluhan Siswa di Amanuban Selatan Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Kamis, 30 April 2026 - 21:47 WIB

Sambut Mayday, Polda NTT Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Kamis, 30 April 2026 - 16:13 WIB

Hardiknas 2026 Dipusatkan di Fatukoa, Wali Kota Kupang Soroti Momentum Kunjungan Menteri

Berita Terbaru

Berita

Sambut Mayday, Polda NTT Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Kamis, 30 Apr 2026 - 21:47 WIB