HUT Ke-9 PAAI: Lompatan Besar Agen Asuransi di Era Artificial Intelligence (AI)

- Jurnalis

Rabu, 8 Oktober 2025 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, NTTPedia.id,- Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) hari ini resmi menyelenggarakan perayaan Hari Ulang Tahun ke-9 dengan mengusung tema “Lompatan Besar Agen Asuransi di Era Artificial Intelligence (AI)”. Acara yang berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta secara hybrid ini dihadiri oleh regulator, akademisi, pelaku industri, dan sekitar 1.000 agen asuransi dan para leader yang mengikuti kegiatan ini secara offline dan online.

 

Para agen menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, untuk itu penting untuk selalu memperluas wawasan. Dalam momen HUT kali ini, menurut Ketua Panitia HUT PAAI ke-9 Esra Manurung, PAAI menghadirkan sejumlah tokoh nasional, yaitu Prof. Rhenald Kasali, Ph.D, Guru Besar FEB UI sekaligus Pendiri Rumah Perubahan, dan David Tjokrorahardjo, President Maxwell Leadership Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dukungan dari regulator juga diperoleh dengan hadirnya Bernard Widjaja selaku Kepala Departemen Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK yang memberikan keynote speech, serta Jeffrey Hendrik Direktur Pengembangan BEI yang menyampaikan special remarks dan memfasilitasi edukasi pasar modal untuk para agen yang tergabung dalam PAAI.

 

Acara semakin semarak dengan talkshow inspiratif bersama mengangkat tema Lompatan Besar Agen di Era Artificial Intelligent (AI) yang menghadirkan Elizabeth Ariesta Melawaty seorang entrepreneur muda yang memiliki jaringan global, tokoh media nasional Primus Dorimulu, dan seorang financial advisor Christopher Rodjito.

 

Baca Juga :  Rumah BUMN Binaan BRI Ubah Nasib, Berikut Kisah Inspiratif UMKM yang Go Digital dan Raih Omset Menggiurkan

Dalam momentum ini, Ketua Umum PAAI M. Idaham menegaskan, perkembangan teknologi Artificial Intelligence bukanlah ancaman, melainkan peluang besar bagi agen asuransi untuk melakukan lompatan transformasi.

“Kehadiran AI justru dapat memperkuat peran agen dalam memberikan layanan yang lebih cepat, tepat, personal, dan humanis, sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

 

Saat ini jumlah agen asuransi di Indonesia tercatat mencapai lebih dari 600.000 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.000 agen merupakan anggota aktif PAAI. Kehadiran PAAI selama sembilan tahun ini membuktikan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme agen, memperjuangkan posisi strategis mereka di industri, serta memastikan agen tetap menjadi ujung tombak edukasi dan perlindungan masyarakat.

 

PAAI juga menekankan pentingnya membangun citra agen asuransi yang bermartabat, memiliki pengetahuan yang terus meningkat, serta wawasan yang terus berkembang. Agen diharapkan tidak hanya menjadi tenaga penjual, melainkan mitra terpercaya bagi masyarakat. Dengan dukungan teknologi AI, agen dapat memperoleh informasi lebih cepat, melakukan analisis lebih tajam, dan membangun personal branding yang lebih kuat. Dengan demikian, AI bukan menjadi ancaman, tetapi justru senjata yang memperkuat eksistensi agen asuransi di era digital.

 

Dalam sambutannya, M. Idaham juga menyampaikan harapan agar ke depan dapat terjalin dukungan lebih erat dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) maupun Dewan Asuransi Indonesia (DAI), sehingga agen sebagai pilar utama distribusi dapat semakin diperkuat posisinya di tengah dinamika industri yang terus berkembang.

Baca Juga :  Pemanfaatan AI di Bidang Humas Perlu Disertai Pedoman Etika

 

Tidak hanya itu, pada peringatan HUT ke-9 ini, PAAI juga secara resmi mendeklarasikan dukungan penuh terhadap kampanye GENCARKAN yang diusung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“PAAI berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya literasi keuangan dan pemahaman produk asuransi, sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan inklusi keuangan nasional,” kata Esra.

 

PAAI menegaskan bahwa agen asuransi akan selalu menjadi mitra strategis dalam menjaga keberlangsungan industri asuransi di Indonesia. Dengan kolaborasi bersama regulator, asosiasi, perusahaan asuransi, serta dukungan teknologi mutakhir, agen asuransi diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

 

Sebagai pembicara utama, Prof. Rhenald Kasali, Ph.D menyampaikan bahwa para agen asuransi perlu beradaptasi dengan perubahan zaman di tengah attention economy dan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Para agen dituntut untuk terus mengasah kreativitas, melakukan reskilling, serta membangun disiplin diri, karena dinamika demografi di masa depan akan terus berubah.

 

Sementara di mata David Tjokrorahardjo, President Maxwell Leadership Indonesia, era AI harus disikapi sebagai peluang untuk meningkatkan produktivitas para agen. Tentu AI dan teknologi apapun memberikan peringatan kepada setiap pemimpin untuk reskill dan upskill kapasitas mereka untuk membudidayakan AI dengan tepat sasaran. Ada begitu banyak hal yang bisa difasilitasi teknologi dan juga ada banyak yang masih memerlukan pemfasilitasian manusia.(AP)

Berita Terkait

Gubernur NTT Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen pada 2029
Melki Jajaki Sister Province dan Sister City NTT- Jiangxi, Kupang-Nanchang, Belu- Jinggangshan Dengan Tiongkok
City Harvest Church Gelar Kebaktian Kesembuhan Ilahi “The Harvest Festival” di Kupang, Targetkan 20.000 Jemaat Setiap Malam
Investasi Bodong Menggurita di NTT, OJK Ada Dimana? 
Prof. Apris Dorong RS Undana Kerja Sama dengan BPJS dan Maksimalkan BPU untuk Tingkatkan Pendapatan Non-Akademik
Dihadapan Menteri, Prof. Apris Adu Paparkan Strategi Transformasi Undana Dari Kampus ke Ekonomi Sosial 
Setelah Satu Dekade, Forum Melanesia Kembali Hidup di NTT Pada Era Gubernur Melki Laka Lena
BRI Pacu Legalitas dan Pembiayaan UMKM NTT, 1.200 Pelaku Usaha Hadiri Festival FKPUM di Kupang

Berita Terkait

Senin, 24 November 2025 - 13:39 WIB

Gubernur NTT Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen pada 2029

Minggu, 23 November 2025 - 13:30 WIB

Melki Jajaki Sister Province dan Sister City NTT- Jiangxi, Kupang-Nanchang, Belu- Jinggangshan Dengan Tiongkok

Kamis, 20 November 2025 - 14:35 WIB

City Harvest Church Gelar Kebaktian Kesembuhan Ilahi “The Harvest Festival” di Kupang, Targetkan 20.000 Jemaat Setiap Malam

Senin, 17 November 2025 - 07:36 WIB

Investasi Bodong Menggurita di NTT, OJK Ada Dimana? 

Sabtu, 15 November 2025 - 20:12 WIB

Prof. Apris Dorong RS Undana Kerja Sama dengan BPJS dan Maksimalkan BPU untuk Tingkatkan Pendapatan Non-Akademik

Berita Terbaru