Hasil Riset, Berhenti Gunakan Medsos Tingkatkan Kesehatan Mental

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, NTTPedia.id,- Hasil sudi eksperimental yang dilakukan oleh Princeton University bekerja sama dengan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terhadap pengguna media sosial di Indonesia. Hasil risetnya cukup mengejutkan. Orang yang berhenti menggunakan media sosial terbukti mengalami peningkatan kesehatan mental.

Dalam rilis SMRC yang diterima NTTPedia. Id, Riset Princeton University bekerja sama dengan SMRC ini, melibatkan 1.502 responden yang tersebar di 30 ibu kota provbulan Responden dipilih secara acak menggunakan metode stratified multistage random sampling dan diwawancarai secara daring dalam dua tahap dengan selang waktu satu bulan.

Pada tahap awal, responden menjalani aktivitas normal menggunakan media sosial. Setelah itu, mereka dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan, Kelompok T1: diminta berhenti menggunakan media sosial selama satu bulan. Kelompok T2: diminta berhenti menggunakan media sosial bersama seluruh anggota rumah tangga. Kelompok kontrol: tetap menggunakan media sosial seperti biasa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang berhenti menggunakan media sosial (Kelompok T1 dan T2) mengalami peningkatan kesehatan mental yang lebih baik dibanding kelompok kontrol.
Variabel yang diukur dalam studi ini meliputi afeksi, kepuasan hidup, tingkat kecemasan, depresi, serta kualitas tidur.

Setelah masa perlakuan selama satu bulan, skor kesehatan mental pada kelompok yang menghentikan penggunaan media sosial secara umum meningkat, sementara kelompok kontrol cenderung tidak mengalami perubahan signifikan.

Peneliti Nicholas Kuipers menyebutkan bahwa peningkatan kesehatan mental paling besar terjadi pada responden yang berhenti menggunakan media sosial secara kolektif dalam rumah tangga.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menegaskan bahwa temuan ini menunjukkan adanya hubungan kausal antara penggunaan media sosial dan kondisi kesehatan mental, sehingga pembatasan penggunaan media sosial dapat menjadi salah satu strategi meningkatkan kesejahteraan psikologis masyarakat.(AP)

Berita Terkait

OJK dan Ekraf Perkuat Kolaborasi Web3, Dorong Kekayaan Intelektual Jadi Aset Baru
“Kalau Melki Menang, Pakai Baju Saya”: Konsistensi dan Kedewasaan Politik Simon Petrus Kamlasi
Pasokan LPG Aman, STS Kalbut Topang Distribusi Energi Jatimbalinus hingga Nusantara
Menaker Dorong Penambahan Kuota Magang Nasional untuk Tekan Pengangguran
OJK Perkuat Penerapan GRC untuk Jaga Stabilitas Sistem Keuangan
Menaker Yassierli Tekankan Layanan Kemnaker Harus Cepat, Mudah, dan Tanpa Hambatan
OJK Atur Peran Finfluencer dalam Promosi Produk Perbankan
Kunjungan Wapres Gibran ke NTT Mart, Sinyal Dukungan Pusat untuk Produk Lokal NTT

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 16:06 WIB

OJK dan Ekraf Perkuat Kolaborasi Web3, Dorong Kekayaan Intelektual Jadi Aset Baru

Minggu, 12 April 2026 - 12:39 WIB

“Kalau Melki Menang, Pakai Baju Saya”: Konsistensi dan Kedewasaan Politik Simon Petrus Kamlasi

Sabtu, 11 April 2026 - 17:42 WIB

Pasokan LPG Aman, STS Kalbut Topang Distribusi Energi Jatimbalinus hingga Nusantara

Sabtu, 11 April 2026 - 09:08 WIB

Menaker Dorong Penambahan Kuota Magang Nasional untuk Tekan Pengangguran

Rabu, 8 April 2026 - 09:59 WIB

OJK Perkuat Penerapan GRC untuk Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

Berita Terbaru