Rp1,8 Triliun Uang NTT Lari ke Luar, SMKN 1 Pandawai Tawarkan Solusi Pakan Ternak Mandiri

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 14:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Berdasarkan data periode 2020–2023, capital flight atau larinya uang keluar dari Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat pembelian pakan ternak dari luar daerah. Pakai ternak dibeli oleh NTT berasal dari pulau Jawa dan Surabaya diperkirakan mencapai Rp1 triliun hingga Rp1,8 triliun per tahun. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi penguatan ekonomi lokal.

 

Bahkan Gubernur NTT periode 2018-2023, Viktor Bungtilu Laiskodat punya solusi untuk mengatasi capital flight melalui pembangunan pabrik pakan ternak. Meski sudah dibuka tender, konon kabarnya tidak ada vendor yang mau terlibat. Akibatnya proyek ini batal dilaksanakan.

 

Di tengah persoalan tersebut, SMKN 1 Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, hadir menawarkan solusi melalui inovasi pembuatan pakan ternak ayam secara mandiri. Model ini dinilai strategis untuk menekan ketergantungan terhadap pasokan luar sekaligus menjaga perputaran ekonomi tetap berada di daerah.

 

Kepala SMKN 1 Pandawai, Dominik Wuta Tenggu mengatakan pengembangan pakan mandiri bukan sekadar praktik pembelajaran tetapi telah menjadi strategi nyata dalam membangun kemandirian sektor peternakan.

 

” Siswa kami tidak hanya belajar beternak, tetapi juga memahami bagaimana memproduksi pakan sendiri. Ini bagian dari upaya membangun sistem dari hulu sampai hilir,” kata Dominik disela sela kunjungan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena pada Gebyar SMK se NTT yang berlangsung di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Minggu, 03/04/2026.

 

Dominik menjelaskan saat ini, kapasitas produksi pakan ternak ayam di SMKN 1 Pandawai masih tergolong terbatas, yakni berkisar antara 10 hingga 25 kilogram per hari dengan menggunakan satu unit mesin produksi. Pakan yang dihasilkan kata Dominik dimanfaatkan terutama untuk kebutuhan internal peternakan sekolah, khususnya untuk menunjang pemeliharaan ayam petelur dan ayam potong.

 

Dijelaskannya dengan kapasitas tersebut, produksi mingguan diperkirakan mencapai 70 hingga 175 kilogram. Meski belum dalam skala besar, kemampuan ini menunjukkan bahwa sekolah telah memiliki dasar produksi yang dapat dikembangkan lebih lanjut, terutama jika didorong menuju skala produksi massal untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak di tingkat lokal.

 

Ia menjelaskan, pakan yang diproduksi sekolah menggunakan bahan baku lokal seperti dedak, ikan kering, dan campuran lainnya yang diolah menjadi pelet bernutrisi.

 

” Di dalamnya sudah ada kandungan karbohidrat, protein, dan kadar air yang cukup. Dengan itu kami tidak lagi bergantung pada pakan dari luar,” tambahnya.

Pakan ternak ayam hasil produksi siswa SMKN 1 Pandawai, Kabupaten Sumba Timur

Kemampuan ini dinilai strategis karena tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga meningkatkan kualitas dan kesehatan ternak. Selain itu, keterampilan meramu pakan menjadi bekal penting bagi siswa untuk terjun ke dunia usaha, bahkan membuka peluang menjadi produsen pakan di tingkat lokal.

 

Sejalan dengan itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong agar inovasi seperti yang dikembangkan SMKN 1 Pandawai dapat ditingkatkan ke skala produksi massal.

 

Langkah ini kata Melki diharapkan bisa menjawab kebutuhan pakan ternak di daerah sekaligus menekan aliran keluar uang dalam jumlah besar setiap tahunnya.(AP)

 

 

Berita Terkait

Apresiasi Insan Penyiaran, KPID NTT Siapkan Anugerah Penyiaran 2026
Viktor Laiskodat Sediakan Traktor Besar untuk Pengolahan Lahan Pertanian di Amfoang
Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO
Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT
Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi
Gilang Asal Ende Raih Runner Up Putra Pariwisata Indonesia 2026, Levico Butik Jadi Pendukung Utama
Pendidikan Jadi Satu-satunya Kelompok yang Deflasi di NTT, Capai 3,25 Persen
Gempa M3,1 Kembali Guncang Kabupaten Kupang, Berpusat di Laut

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Apresiasi Insan Penyiaran, KPID NTT Siapkan Anugerah Penyiaran 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Viktor Laiskodat Sediakan Traktor Besar untuk Pengolahan Lahan Pertanian di Amfoang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi

Berita Terbaru