Kabupaten Ngada Dapat Program Superprioritas 1.000 Desa Sapi

- Jurnalis

Selasa, 9 Februari 2021 - 08:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ternak Sapi/Foto Savanaparadise.com

Ternak Sapi/Foto Savanaparadise.com

Kupang, NTTPedia.id,- Kabupaten Ngada mendapat bantuan 1.000 ekor sapi superprioritas dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. 1.000 ekor sapi itu akan dibagikan kepada 5 desa di kecamatan Riung Barat.

Kepala Bidang Agrobisnis Dinas Peternakan Provinsi NTT, Tay Renggi mengatakan bantuan sapi prioritas hanya didapat oleh 5 provinsi. NTT bersyukur masuk dalam 5 provinsi itu.

“Kita bersyukur karena dari 5 provinsi di Indonesia yang mendapatkan program 1.000 desa sapi, NTT salah satu diantaranya. Untuk pengembangan 1.000 ekor sapi ini, kita memilih di Kabupaten Ngada, yang terbagi di 5 desa di Kecamatan Riung Barat, Marugela karena padangnya luas dan pakan tersedia,” kata Renggi, Senin,08/02/2021 seperti dikutip dari Sariagri.id

Ia merincikan bantuan sapi ini terdiri dari 500 sapi induk dan 500 bakalan pejantan. Dari 1.000 ekor sapi ini dibagi kepada 5 desa dengan setiap desa mendapat 100 ekor bakalan dan 100 ekor sapi indukan.

“Intinya pengembangan 1.000 ekor sapi ini dimana 500 indukan dan 500 untuk penggemukan atau bakalan. Sehingga dari 500 sapi bakalan target pemeliharaan di kelompok peternak selama 4 sampai 5 bulan sudah terjual. Dan hasilnya kita beli lagi untuk pengembangan. Sementara 500 ekor sapi indukan dapat kita kembangkan menjadi 1.000 ataupun 2.000 ekor untuk meningkatkan ketersediaan stok sapi di NTT,” kata dia.

Renggi mengakui untuk persediaan tempat, pakan dan bimbingan teknis kepada kelompok-kelompok peternak sudah dipersiapkan satu tahun sebelumnya. Renggi menyebut sudah menyiapkan untuk 5 desa penerima yaitu Desa Wolomeje, Desa Wolomeje 2, Desa Ngara 2, Desa Ria, dan Desa Ria 1. Untuk kelompok peternak yang sudah dibina hingga terbentuk korporasi bernama Ping Gupir.

“Kita berharap agar kedepan kawasan di Riung menjadi sentra pertumbuhan ternak sapi yang dapat disuplai untuk kebutuhan nasional,” kata dia.

“Kita berharap selain di riung kita berharap ada penambaham bibit sapi dari program pusat utuk wilayah di Pulau Sumba dan Pulau Timor yang juga mempunyainpotensi untuk pengembangan ternak sapi,” ucap dia.(Fdz)

Berita Terkait

Dari Gotong Royong Alumni Se-Indonesia, PA GMNI NTT Jangkau 56 Titik Terdampak Gempa Flores
PA GMNI NTT Kembali Salurkan Bantuan di 29 Desa Lima Kabupaten Terdampak Gempa Flores
PA GMNI NTT Salurkan Bantuan Gempa Flores di 22 Titik Tujuh Kabupaten, Donasi Gotong Royong Alumni GMNI
Stok Makanan Menipis, Relawan YNS Salurkan Sembako di Dua Desa Pantura Ngada
69 Orang Meninggal dan 331 Luka Serta 34.689 Orang Mengungsi Akibat Gempa Flores 
80 Sekolah di Tujuh Kabupaten Flores Terdampak Gempa, Manggarai Terbanyak
Gempa Flores: Seluruh Sekolah Diliburkan, Dinas Pendidikan NTT Prioritaskan Keselamatan Siswa dan Guru
Ahli Hukum Minta Gubernur NTT Gugat Bupati Ngada ke PTUN, Jangan Gaduh di Publik

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:25 WIB

Dari Gotong Royong Alumni Se-Indonesia, PA GMNI NTT Jangkau 56 Titik Terdampak Gempa Flores

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:40 WIB

PA GMNI NTT Kembali Salurkan Bantuan di 29 Desa Lima Kabupaten Terdampak Gempa Flores

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:28 WIB

PA GMNI NTT Salurkan Bantuan Gempa Flores di 22 Titik Tujuh Kabupaten, Donasi Gotong Royong Alumni GMNI

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:44 WIB

Stok Makanan Menipis, Relawan YNS Salurkan Sembako di Dua Desa Pantura Ngada

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:47 WIB

69 Orang Meninggal dan 331 Luka Serta 34.689 Orang Mengungsi Akibat Gempa Flores 

Berita Terbaru