Dokter Christian Widodo Yang Kini Populer, Namanya Bersanding Jadi Cawalkot Kupang

- Jurnalis

Rabu, 23 Februari 2022 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Christian Widodo ketika Berbagi Sembako dengan Masyarakat Kota Kupang yang membutuhkan uluran tangan/Foto Dok Pribadi dr Chris

Dokter Christian Widodo ketika Berbagi Sembako dengan Masyarakat Kota Kupang yang membutuhkan uluran tangan/Foto Dok Pribadi dr Chris

Kupang, NTTPedia.id,- Nama Dokter Christian Widodo bukanlah pemain lama diblantika perpolitikan di Kota Kupang. Ia adalah sosok anak muda yang mulai merumput di arena kontestasi politik beberapa tahun yang silam. Kehadirannya di dunia politik dimulai ketika dokter Christian Widodo didapuk menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) NTT.

Pada pemilihan calon legislatif pada tahun 2019 yang lalu, dokter Christian Widodo memulai peruntungan dalam dunia politik. Ia maju sebagai Calon Legislatif DPRD NTT Dapil Kota Kupang . Rupanya ia tidak sekedar beruntung, berkat kerja kerasnya masuk keluar lorong lorong di Kota Kupang meyakinkan masyarkat, Ia terpilih menjadi anggota DPRD NTT.

Tentu semuanya tidak ia dapat dengan begitu saja. Sebagai satu satunya kader PSI yang terpilih sebagai Anggota DPRD NTT dari seluruh Daerah Pemilihan, ia harus bekerja keras untuk melenggang ke gedung legislatif. Sebagai Dokter tentu ia tahu bagaimana cara melakukan ” diagnosa politik” agar dipilih oleh warga Kota Kupang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dokter Christian Widodo ketika masuk keluar lorong untuk membantu sesama yang membutuhkan/Foto Dok Chris Widodo

Setelah dilantik menjadi anggota DPRD, Dokter Christian tak hanya duduk manis. Ia terus berkarya sesuai dengan bidang tugasnya. Juga sebagai dokter yang kini berubah jadi seorang politisi, ia tidak kehilangan sensifitasnya sebagai seorang yang khatam dibidang kesehatan. Saban hari ia terus masuk ke lorong-lorong di kota Kupang untuk memberikan pengobatan gratis bagi masyarakat miskin. Tak hanya itu di masa pandemi Covid-19, ia tak lupa berbagi kebahagiaan dengan masyakarat dengan membagi bantuan sembako. Berkawan dengan para pemuda, memberi bantuan bagi perbaikan jalan-jalan gang yang rusak serta terus menyumbang bagi pembangunan gereja.

Pelayanan kesehatan oleh Dokter Christian Widodo

Beberapa waktu yang lalu, Program Studi Ilmu Politik, Fakuktas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana Kupang melakukan survey. Survey itu terkait tingkat elektabilitas Calon Walikota Kupang. Hasil survey memang tidak mengejutkan nama Jefry Riwu Kore dan Jonas Salean masih menempati kandidat yang paling bagus elektabilitasnya. Tapi ada yang menarik sekaligus mengejutkan, Dokter Christian ternyata nangkring di posisi 3 besar setelah Nama Jefry dan Jonas.

Baca Juga :  Garnita dan DPW Nasdem NTT Latih Perempuan GMIT Merajut, Bahan di Bantu Julie Laiskodat

Jefry Riwu Kore meraup suara sebesar 42 persen disusul Jonas Salean 14,3 persen, dr. Christian Widodo 10,5 persen, dr. Hermanus Man 6,5 persen, Jhon G. F. Seran 4,8 persen, Chris Mboeik 3,3 persen, Daniel D. Hurek 2,5 persen, dan Yeskiel Loudoe 1 persen. Adapun sebesar 12,5 persen responden belum memutuskan pilihan, dan sebesar 2,6 persen menolak untuk menjawab.

Survei dilakukan pada tanggal 7 hingga 15 Februari 2022 dengan cara melakukan wawancara tatap muka kepada 400 responden oleh pewawancara yang sudah terlatih. Responden dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling), mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, Rukun Tetangga, hingga anggota keluarga pada kepala keluarga terpilih. Dengan asumsi pengacakan sederhana, margin of error (MoE) diperkirakan sebesar ± 4,90 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dengan demikian, Dokter Christian bakal menjadi ‘kuda hitam’ dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang 2024 mendatang.

Sementara itu, elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di NTT masuk tiga besar untuk pemilihan Wali Kota Kupang dengan tingkat keterpilihan (elektabilitas) tertinggi. Kemudian PSI masih menjadi partai yang paling banyak dipilih responden, diikuti oleh beberapa partai lainnya.

Peta partai politik ini penting untuk dilihat dinamikanya, terutama berkaitan dengan peta calon yang akan diusung dalam pilwakot di tahun 2024.

Baca Juga :  Warga Desa Sunsea di TTU Segel Kantor Desa

Eko Sri Raharjo, Peneliti Politik Mandala Institute Kandidat Doktoral Ilmu Politik Universitas Indonesia dalam opini di Viktorynews.id, ia mengupas sosok Dokter Christian. Ia menilai Dokter Christian adalah sosok milenial yang menjadi kuda hitam dalam Pilkada Kota Kupang tahun 2024 mendatang jika ia terus konsisten dengan apa yang ia sudah lakukan selama ini.

Dalam opininya juga, Eko Sri Raharjo secara gamblang menyebutkan berbagai kegiatan kemanusia yang dilakukan oleh dokter Christian stelah menjadi anggota DPRD NTT.

Misalnya saja program pengobatan gratis keliling rutin yang dilakukannya sejak menjadi anggota legislatif, yang lantas bertambah sekaligus menjalankan program vaksinasi ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada 2020.

Kegiatan yang ternyata secara reguler terus dilakukannya hingga saat ini tiga kali seminggu, dan terus berkembang ke banyak daerah termasuk dengan pengobatan gratis ‘jemput bola’ ke masyarakat yang lokasinya susah akses atau takut ke fasilitas kesehatan terdekat karena era pandemi.

Selain kegitan rutin di bidang kesehatan, Chris juga tak segan mengeluarkan dana dari kocek pribadi untuk persoalan-persoalan masyarakat.

Dalam catatan yang penulis akses dari media lokal, Chris pernah membantu membangun jembatan darurat yang menghubungkan Kelurahan Airnona dan Nunleu di Kota Kupang, yang hancur karena badai Seroja pada April 2021.

Titian yang harus dilewati dengan bertaruh nyawa karena hanya berwujud sebuah pohon Sepe yang tumbang dan melintang menjadi perantara dua kelurahan di atas bantaran kali yang cukup dalam.

Begitu pula kegiatan bekerja sama dengan komunitas karang taruna di sejumlah kelurahan untuk pemberian bantuan cek medis dan sembako kepada para lansia dan kalangan tak punya secara rutin.(Redaksi/disadur dari berbagai Sumber)

Berita Terkait

Dua Anak Pelatih Valencia B Masih Hilang, Tim SAR Gabungan Perpanjang Operasi Pencarian
Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di NTT Diikuti 511 Peserta Dilaksanakan Secara Serentak 
DPW NasDem NTT Gelar Rakorwil Zona Timor, Tingkatkan konsolidasi Internal Hadapi Tantangan Politik di Masa Depan
DPW NasDem NTT Gelar Diskusi Publik, Ketua DPW NasDem NTT  Ajak Seluruh Elemen berkolaborasi Bangun NTT
DPW NasDem NTT Gelar Diskusi Publik, Gubernur NTT Beri Apresiasi: Tema Sangat Relevan dengan Momentum HUT Provinsi NTT Ke-67
Kerja Nyata untuk Pendidikan di TTS, SPK Serahkan Aula Serba Guna untuk SD GMIT Soe II
Disupport kementerian kebudayaan Via  Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah XVI NTT pegiat & pelestari budaya Sabu Raijua gelar Pameran Cerita Rakyat 
PMI NTT Monitoring Pipanisasi Air Bersih di Huntara Pengungsi Lewotobi

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 13:53 WIB

Dua Anak Pelatih Valencia B Masih Hilang, Tim SAR Gabungan Perpanjang Operasi Pencarian

Senin, 29 Desember 2025 - 11:49 WIB

Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di NTT Diikuti 511 Peserta Dilaksanakan Secara Serentak 

Sabtu, 20 Desember 2025 - 13:13 WIB

DPW NasDem NTT Gelar Rakorwil Zona Timor, Tingkatkan konsolidasi Internal Hadapi Tantangan Politik di Masa Depan

Jumat, 19 Desember 2025 - 11:58 WIB

DPW NasDem NTT Gelar Diskusi Publik, Ketua DPW NasDem NTT  Ajak Seluruh Elemen berkolaborasi Bangun NTT

Jumat, 19 Desember 2025 - 11:15 WIB

DPW NasDem NTT Gelar Diskusi Publik, Gubernur NTT Beri Apresiasi: Tema Sangat Relevan dengan Momentum HUT Provinsi NTT Ke-67

Berita Terbaru

Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) mendesak pemerintah meninjau ulang kebijakan perpajakan agen asuransi yang dinilai tidak adil dan menimbulkan ketidakpastian hukum, menyusul pemberlakuan PMK-168/PMK.03/2023, implementasi Core Tax Administration System, serta munculnya tafsir keliru atas PMK 81/2024.

Berita

PAAI Minta Pemerintah Tinjau Ulang Pajak Agen Asuransi

Senin, 12 Jan 2026 - 19:51 WIB