Batu Bara Bikin Harga Listrik Indonesia Murah, Begini Penjelasannya

- Jurnalis

Jumat, 13 Mei 2022 - 10:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, NTTPedia.com,, – Batu bara menjadi komoditas utama energi nasional dengan kontribusi paling besar dibandingkan energi lain. Sumber daya ini juga menyebabkan harga tarif dasar listrik di Indonesia cenderung murah.

Sebagai negara penghasil batu bara terbesar di dunia, komoditas ini ikut memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Salah satunya berdampak pada tarif dasar listrilk nasional.

Selama ini, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara masih menjadi pembangkit listrik paling kompetitif dibandingkan dengan pembangkit lainnya. Pemerintah dalam beberapa kesempatan menjabarkan bahwa saat ini harga listik dari PLTU hanya sekitar US$6 – 8 sen per kWh.

Harga tersebut sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga surya + baterai. PT PLN (Persero) menjelaskan bahwa biaya produksi listrik untuk PLTS + baterai dapat mencapai US$12 sen per kWh. Namun begitu, harga EBT diharapkan dapat terus turun di masa depan seiring pelaksanaan transisi energi.

Dari jenis pembangkitnya, hingga kini PLTU masih menguasai pembangkit secara nasional dengan porsi 36,9 gigawatt (GW) listrik. Jumlah ini setara 50 persen dari total kapasitas terpasang energi nasional yakni sekitar 73,73 GW sampai Desember 2021. Selain itu disusul oleh PLTGU 12,4 GW, PLTG/MG 8,5 GW, PLTD 4,9 GW hingga PLTA 6,4 GW.

“Listrik merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat modern. Saya piker kita semua sepakat, bahwa kita bisa bayangkan kehidupan kita kalau tidak ada listrik,” jelas Ketua Umum Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Puji Muhardi, Puji Muhardi.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan menjelaskan bahwa kelistrikan di Tanah Air didominasi pengelolaannya oleh PLN sebesar 59 persen, kemudian independent power producer (IPP) sebesar 28 persen serta sejumlah instansi lainnya.

“Energy mix yang disebut bauran energi, listrik yang kita nikmati sampai saat ini, nyaris 66 persennya datang dari PLTU. Itu suatu kebanggaan, juga suatu tantangan,” katanya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menyebutkan bahwa batu bara akan dioptimalkan selama masa transisi energi. Dia memperkirakan baru bara masih cukup menjanjikan sebagai sumber energi dalam satu hingga dua decade ke depan.

“Sejauh ini batu bara terbukti masih sebagai sumber energi yang paling murah (affordable).Selain itu, batu bara juga memenuhi beberapa unsur untuk ketahanan energi yaitu, availability (ketersediaan yang relatif masih cukup banyak), acceptability (dapat diterima apalagi dengan perkembangan teknologi pembangkit listrik yang rendah emisi – clean coal technology), dan accessibility (mudah di akses),” terangnya.(SP)

Berita Terkait

Tok! Golkar Tetapkan Prabowo Jadi Capres 2029, Gibran Masih Dipertimbangkan
Dua Kali Diguncang Gempa, Penelitii BRIN Sebut  Dua Sesar Aktif di Kabupaten Kupang
Geger Surat Pemakzulan Gibran, Fraksi NasDem: Hoaks
Julie Laiskodat Dorong Keringanan Kredit, Kini OJK Beri Perlakuan Khusus untuk Korban Gempa Flores
294 Guru SMA/SMK dan SLB Ikut Diklat Calon Kepala Sekolah 
62 Gempa Susulan Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Catat Kekuatan hingga M4,3
Erupsi Lewotobi Putus Akses Udara, Julie Laiskodat Minta Subsidi Kapal untuk Flores Timur-Lembata
BNPB Ungkap Progres Huntara di 7 Kabupaten Pascagempa M7,7 Flores
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tok! Golkar Tetapkan Prabowo Jadi Capres 2029, Gibran Masih Dipertimbangkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Dua Kali Diguncang Gempa, Penelitii BRIN Sebut  Dua Sesar Aktif di Kabupaten Kupang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Geger Surat Pemakzulan Gibran, Fraksi NasDem: Hoaks

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Julie Laiskodat Dorong Keringanan Kredit, Kini OJK Beri Perlakuan Khusus untuk Korban Gempa Flores

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:05 WIB

294 Guru SMA/SMK dan SLB Ikut Diklat Calon Kepala Sekolah 

Berita Terbaru