Kader Gerindra Dilaporkan Karena Pengeroyokan, Nando Soares Minta Patuhi Proses Hukum

- Jurnalis

Senin, 23 Juni 2025 - 11:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NTT Partai Gerindra, Fernando Jose Lemos Osorio Soares, meminta Kader Gerindra Tome da Costa untuk patuh pada proses hukum pasca dilaporkan ke Polda NTT. Tome da Costa yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang ini dilaporkan karena melakukan pengeroyokan Kabag Umum dan Keuangan Setwan DPRD Kabupaten Kupang, Roni Natonis.

 

“Kami menyayangkan peristiwa ini. Namun kami percaya pada proses hukum yang sedang berjalan,” Kata sosok yang akrab disapa Nando ini kepada wartawan di Kupang, Senin, 23/06/2025.

 

Nando Soares yang juga Wakil Ketua DPRD NTT ini mengatakan pihaknya sangat menghormati proses hukum yang sementara berlangsung.

” Hukum adalah yang tertinggi, jadi kami menghormati dan mengikuti seluruh proses hukum,” jelasnya.

 

Menurut Nando, pihaknya juga telah meminta Tome da Costa untuk segera melakukan langkah mediasi dengan korban sebagai bentuk penyelesaian secara kekeluargaan.

 

Meski demikian, Partai Gerindra tetap menyerahkan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

 

“Untuk bantuan hukum, kami serahkan kepada yang bersangkutan. Partai saat ini hanya melakukan monitoring terhadap perkembangan kasus,” tambahnya.

 

Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi pada Kamis sore, 19 Juni 2025, di ruang kerja Ketua DPRD Kabupaten Kupang saat berlangsung rapat internal.

 

Dalam insiden tersebut, Roni Natonis mengaku dipukul dan diancam oleh Tome Da Costa. Bahkan, seorang anggota DPRD lain dari Partai Golkar, Oktovianus La’a, juga diduga ikut melakukan kekerasan fisik.

 

“Dia bangun dari kursi, langsung tarik saya, maki-maki, tampar saya, dan bilang, ‘saya kasi mati kamu’,” ungkap Roni Natonis saat ditemui wartawan.

 

Akibat kejadian itu, Roni mengalami memar dan pembengkakan di wajah serta mata. Ia juga mengaku mengalami trauma fisik dan psikis sehingga memilih untuk melapor ke polisi.

 

“Saya sudah beri keterangan ke penyidik, sudah visum, dan keluarga saya juga tidak terima. Saya akan proses ini sampai tuntas secara hukum,” tegasnya.

 

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, membenarkan adanya laporan polisi atas kasus ini. Ia menyebut saat ini Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT tengah mengumpulkan alat bukti sebelum melanjutkan ke tahap penyidikan.

 

“Iya benar, ada laporan polisi. Dirkrimum Kombes Patar Silalahi sedang melakukan proses lidik dan akan lanjut ke penyelidikan dan penyidikan yang menjunjung tinggi keadilan dan kepastian hukum,” jelas Kombes Henry.

 

Sementara itu, Tome da Costa membantah telah melakukan pemukulan terhadap korban. Menurutnya, kejadian tersebut hanyalah dinamika biasa dalam forum DPRD.

 

“Di DPRD itu biasa ada dinamika. Saya tidak pukul, hanya ada selisih sedikit. Kemarin kami sudah damai di DPRD. Saya tidak tahu kelanjutannya seperti apa,” katanya singkat.

 

Proses hukum masih terus berjalan dan pihak kepolisian terus mendalami kasus tersebut guna memastikan kejelasan peran masing-masing pihak dalam peristiwa T tersebut.(AP)

Berita Terkait

Kasus Ade Kuswandi Berlanjut ke MA, Kuasa Hukum Soroti Klaim Kerugian Rp152 Miliar
Pencurian Minimarket Beruntun di Kabupaten Kupang, Alfamart Babau Dibobol
Sempat Viral, Pengeroyokan Siswa SMA Efata  di Kabupaten Kupang Berakhir Damai 
SMSI NTT Kecam Dugaan Intimidasi Wartawan NTTHits, Polres TTU Bantah
SMKN 3 Kupang Diserang, Tiga Orang Luka, Belasan Pelajar Diamankan Polisi
Banding Bergulir, Kuasa Hukum Ade Kuswandi Minta KY Tidak Tanggapi Laporan dan Soroti Klaim Kerugian Rp152 Miliar
Kuasa Hukum PT AGS Minta PT Kupang Perberat Banding Ade Kuswandi, Kerugian RP 152 Miliar, Abaikan Laporan KY
SMSI NTT Minta Kapolres TTU Baca Kembali Dua Surat Dewan Pers Terkait Kasus Wartawan NTTHits

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Kasus Ade Kuswandi Berlanjut ke MA, Kuasa Hukum Soroti Klaim Kerugian Rp152 Miliar

Rabu, 30 September 2026 - 13:36 WIB

Pencurian Minimarket Beruntun di Kabupaten Kupang, Alfamart Babau Dibobol

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

Sempat Viral, Pengeroyokan Siswa SMA Efata  di Kabupaten Kupang Berakhir Damai 

Selasa, 29 September 2026 - 12:45 WIB

SMSI NTT Kecam Dugaan Intimidasi Wartawan NTTHits, Polres TTU Bantah

Selasa, 29 September 2026 - 09:47 WIB

SMKN 3 Kupang Diserang, Tiga Orang Luka, Belasan Pelajar Diamankan Polisi

Berita Terbaru