PKH Diblokir, Pendamping dan Dinsos Kabupaten Kupang Kompak Salahkan Warga Tesabela

- Jurnalis

Minggu, 9 November 2025 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang Barat, NTTPedia.id ,- Dinas Sosial Kabupaten Kupang bersama Pendamping PKH Desa Tesabela, Kecamatan Kupang Barat sama sama kompak menyalahkan warga yang bantuan PKH di blokir oleh sistem.

Pihak Dinas Sosial Kabupaten Kupang menegaskan bahwa pemblokiran bukan kesalahan pendamping melainkan akibat keterlambatan penerima manfaat sendiri.

Plt Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Kupang, Ina M. Ate, saat dikonfirmasi NTTPedia.id menjelaskan bahwa penerima bantuan sudah diberi kesempatan namun tidak memanfaatkannya.

” Saya sudah konfirmasi ke pendamping. KPM datang ke kantor pos tanggal 4 November, padahal masa pembayaran hanya sampai tanggal 3. Saat pembayaran tanggal 1, pendamping sudah bertemu dan menyarankan segera ambil bantuan. Tapi penerima menunda karena mau beli pukat dulu, lalu tanggal 3 juga tidak datang karena istrinya dirawat di rumah sakit. Jadi bukan salah pendamping, tapi penerimanya sendiri yang tidak sempat ambil,” jelas Ina.

Sejumlah warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Tesabela, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, mengaku kecewa lantaran bantuan sosial mereka tiba-tiba diblokir hanya karena terlambat mencairkan dana beberapa hari dari jadwal yang ditentukan.

Salah satu warga, Simson Patirick Battukh, mengungkapkan kekecewaannya usai ditolak saat hendak mencairkan bantuan di Kantor Pos Bolok Kupang pada 4 November 2025. Ia datang membawa dokumen lengkap miliknya dan juga milik sang ibu, Orpah Baituni Selly, yang sedang cedera, namun petugas menolak pencairan dengan alasan dana sudah hangus.

” Biasanya kalau lewat satu minggu pun masih bisa ambil, tapi kali ini langsung dibilang diblokir. Saya cuma terlambat sedikit,” kata Simson kepada NTTPedia.id, Sabtu (8/11/2025).

Simson mengaku kecewa karena tidak ada sosialisasi yang jelas dari pendamping sosial mengenai aturan baru pencairan bantuan.

” Pendamping baru bilang soal pemblokiran setelah kami ditolak di kantor pos. Kalau memang aturannya ketat begitu, seharusnya disosialisasikan lebih dulu,” tegasnya.

Menurut Simson, kondisi lapangan sering kali tidak ideal. Warga yang tinggal jauh dari pusat pelayanan, atau memiliki kendala kesehatan seperti ibunya, tidak selalu bisa datang tepat waktu. “Mama saya tidak bisa jalan karena cedera. Dulu petugas datang bayar di rumah. Sekarang tidak ada, malah bilang sudah hangus,” tambahnya.

Warga berharap Bupati Kupang dan Kementerian Sosial turun langsung ke Desa Tesabela untuk mengevaluasi sistem pencairan bantuan sosial yang dinilai terlalu kaku dan minim empati terhadap situasi penerima manfaat.

“Kami mohon perhatian pemerintah. Jangan karena telat sehari dua hari, langsung blokir hak kami. Itu uang untuk anak sekolah dan makan keluarga,” katanya.(sj)

Berita Terkait

533 Calon Jamaah Haji Asal NTT Diberangkatkan ke Surabaya, Tangis Haru Warnai Pelepasan di Bandara El Tari
UPTD Tekkomdik Hadirkan Buku Peta Pendidikan NTT, Potret Lengkap Sekolah, Guru dan Siswa
Brigjen Pol Faizal Ditunjuk Kapolri Jadi Wakapolda NTT Gantikan Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo
Berawal dari Audit Internal, Polda NTT Ungkap Penyimpangan Senjata Api Dinas
Pakar Hukum Sebut Penggusuran Rumah Janda Oleh Bupati Ende Cacat Hukum
SPK Tawarkan Bangunan Ibadah Modular untuk Wilayah Terpencil dan Rawan Bencana
Bupati Ende Naik Pitam Lalu Kabur Saat Berdebat dengan Aktivis GMNI Soal Penggusuran Rumah Janda
GMNI dan LMND Sebut Bupati Ende Lakukan Penggusuran Ilegal Terhadap Rumah Janda

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:06 WIB

533 Calon Jamaah Haji Asal NTT Diberangkatkan ke Surabaya, Tangis Haru Warnai Pelepasan di Bandara El Tari

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:54 WIB

UPTD Tekkomdik Hadirkan Buku Peta Pendidikan NTT, Potret Lengkap Sekolah, Guru dan Siswa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:48 WIB

Brigjen Pol Faizal Ditunjuk Kapolri Jadi Wakapolda NTT Gantikan Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:52 WIB

Berawal dari Audit Internal, Polda NTT Ungkap Penyimpangan Senjata Api Dinas

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:13 WIB

SPK Tawarkan Bangunan Ibadah Modular untuk Wilayah Terpencil dan Rawan Bencana

Berita Terbaru

Ultra cyclist sejenak terhibur oleh keramahan anak-anak di tengah upaya taklukkan tanjakan terjal di pulau Flores.

Bola & Sports

Ultra Cyclist Malang Ukir Sejarah di Lintang Flores 2026

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:26 WIB