Bank NTT Turun Dividen Rp29,6 M. Charlie Paulus Akan Benahi Tata Kelola Lebih Produktif 

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id- PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) sepanjang tahun buku 2025 belum memenuhi ekspektasi pemegang saham. Dampaknya, dividen yang akan disetor kepada pemerintah daerah mengalami penurunan signifikan, jauh di bawah target yang ditetapkan.

Direktur Utama Bank NTT, Charli Paulus, mengungkapkan usai rapat bersama DPRD Provinsi NTT pada Rabu 21 Januari 2026, total dividen tahun buku 2025 hanya mencapai sekitar Rp29,6 miliar. Angka itu menyusut tajam dibanding proyeksi awal pemerintah daerah sebagai pemegang saham pengendali.

“Dividen selalu menjadi cermin laba. Ketika dividennya turun, itu berarti keuntungan bank juga tidak seperti yang diharapkan,” kata Charli

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Charli menjelaskan, terdapat sejumlah faktor struktural dan manajerial yang menekan kinerja laba Bank NTT sepanjang 2025.

Faktor pertama adalah melambatnya pertumbuhan kredit pada sebagian besar periode tahun berjalan.

Penyaluran kredit baru menunjukkan pergerakan signifikan pada kuartal terakhir, terutama Oktober hingga Desember.

Menurut Charli, kondisi tersebut tidak terlepas dari dinamika pergantian manajemen pada paruh pertama tahun. Ketidakjelasan struktur kepengurusan pasca-Mei membuat konsentrasi manajemen terpecah dan berdampak langsung pada agresivitas bisnis.

“Setelah Mei, pengurus belum sepenuhnya jelas. Situasi itu memengaruhi fokus manajemen. Kredit melambat dan pendapatan tidak tercapai sesuai target,” ujarnya.

Faktor kedua adalah penurunan kualitas sejumlah portofolio kredit. Memburuknya rasio kredit bermasalah memaksa bank meningkatkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN), yang secara otomatis memperbesar beban biaya dan memangkas laba bersih.

Tekanan laba juga datang dari faktor ketiga, yakni kewajiban biaya yang sebelumnya belum dibukukan. Setelah manajemen baru melakukan penataan laporan keuangan, sejumlah kewajiban harus diakui sesuai prinsip akuntansi dan transparansi.

Di antaranya adalah kewajiban kepada pihak ketiga senilai Rp7,3 miliar, serta pembentukan cadangan kewajiban pajak meskipun masih dalam proses sengketa.

“Ini soal keterbukaan. Lebih baik laporan keuangan terlihat berat, tapi jujur dan mencerminkan kondisi sebenarnya. Kewajiban yang nyata tidak boleh disembunyikan,” kata Charli.

Namun, Charli menegaskan bahwa kebijakan semacam itu perlu dikaji secara menyeluruh. Menurut dia, layanan perbankan berbeda dengan usaha ritel yang langsung menghasilkan margin.

“Membuka layanan di luar jam kantor ada ongkos tetap lembur, operasional, dan sumber daya manusia. Sementara setoran belum tentu langsung memberi keuntungan. Jangan sampai niat baik justru menambah beban keuangan bank,” ujarnya.

Meski demikian, manajemen Bank NTT optimistis kinerja pada tahun buku 2026 akan membaik. Dengan struktur manajemen yang lebih stabil dan percepatan penyaluran kredit sejak awal tahun, potensi dividen diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp43,6 miliar.

Penurunan dividen Bank NTT pada 2025 menjadi pengingat bahwa tata kelola, kualitas kredit, dan stabilitas manajemen memiliki dampak langsung terhadap kontribusi bank daerah bagi keuangan pemerintah daerah dan pada akhirnya.

“Kami berharap 2026 menjadi tahun yang lebih sehat dan produktif. Tapi semua tetap bergantung pada disiplin pengelolaan pendapatan dan biaya,” Pungkas Charli.***

Berita Terkait

Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di NTT Diikuti 511 Peserta Dilaksanakan Secara Serentak 
DPW NasDem NTT Gelar Rakorwil Zona Timor, Tingkatkan konsolidasi Internal Hadapi Tantangan Politik di Masa Depan
DPW NasDem NTT Gelar Diskusi Publik, Ketua DPW NasDem NTT  Ajak Seluruh Elemen berkolaborasi Bangun NTT
DPW NasDem NTT Gelar Diskusi Publik, Gubernur NTT Beri Apresiasi: Tema Sangat Relevan dengan Momentum HUT Provinsi NTT Ke-67
MPP Kota Kupang Sediakan Ruang Laktasi, Playground, dan Fasilitas Ramah Disabilitas
Layanan MPP Kota Kupang di CFD Diserbu Warga, Total 157 Pengguna
Layanan Amnesti Pajak Selama November, Warga Kota Kupang Bisa Bayar PBB Tanpa Denda di MPP 
Lebih Mudah! MPP Kota Kupang Sediakan Layanan Izin Kesehatan Online via SiPintar

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 12:52 WIB

Bank NTT Turun Dividen Rp29,6 M. Charlie Paulus Akan Benahi Tata Kelola Lebih Produktif 

Senin, 29 Desember 2025 - 11:49 WIB

Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di NTT Diikuti 511 Peserta Dilaksanakan Secara Serentak 

Sabtu, 20 Desember 2025 - 13:13 WIB

DPW NasDem NTT Gelar Rakorwil Zona Timor, Tingkatkan konsolidasi Internal Hadapi Tantangan Politik di Masa Depan

Jumat, 19 Desember 2025 - 11:58 WIB

DPW NasDem NTT Gelar Diskusi Publik, Ketua DPW NasDem NTT  Ajak Seluruh Elemen berkolaborasi Bangun NTT

Jumat, 19 Desember 2025 - 11:15 WIB

DPW NasDem NTT Gelar Diskusi Publik, Gubernur NTT Beri Apresiasi: Tema Sangat Relevan dengan Momentum HUT Provinsi NTT Ke-67

Berita Terbaru