Kapolda NTT Kirim Tim Psikologi Dampingi Keluarga Siswa SD yang Meninggal Gantung Diri

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id – Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko langsung mengirimkan tim psikologi untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

Korban berinisial YBR (10) ditemukan meninggal dunia dengan posisi tergantung pada pohon cengkeh di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Kamis (29/1/2026).

Irjen Pol Rudi Darmoko mengatakan, pasca kejadian itu dia langsung memerintahkan Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino untuk menemui keluarga korban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sudah perintahkan Kapolres Ngada untuk segera mendatangi kediaman orang tua korban,” ujarnya usai mengikuti syukuran Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda NTT, Rabu (4/2/2026).

Melalui Kapolres Ngada, Irjen Pol Rudi Darmoko juga telah menyalurkan bantuan material, serta dukungan moril kepada keluarga korban yang tengah berduka.

Selain itu, Kapolda NTT secara khusus mengirimkan tim psikologi dan konselor dari Bagian Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda NTT, untuk melakukan pendampingan intensif.

Tim tersebut dipimpin Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan, didampingi Kasubbag Psipol Kompol Prasetyo Dwi Laksono dan Bamin Bagian Psikologi Bripda Yoseph Alexander Rewo.

“Tim psikologi sudah kami kirim ke Kabupaten Ngada pada hari ini untuk melakukan pendampingan dan penguatan mental bagi keluarga korban,” ujar Kapolda NTT.

Kapolda NTT menegaskan, kasus ini menjadi perhatian serius seluruh jajaran Polda NTT dan menjadi pengingat pentingnya perlindungan serta pendampingan terhadap anak, khususnya mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan tekanan sosial.

“Kejadian ini menjadi keprihatinan kita bersama. Penanganan kasus seperti ini harus mengedepankan pendekatan kemanusiaan,” tutupnya.

Sebelumnya, seorang remaja pria berinisial YBR (10), siswa kelas IV Sekolah Dasar, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung pada sebuah pohon cengkeh di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Kamis (29/1/2026).

Korban diketahui merupakan warga Kampung Boloji, Desa Wawowae, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Pohon cengkeh tempat korban ditemukan tergantung berada di kebun milik WN, yang merupakan nenek korban, di Dusun IV Desa Nenowea.

Humas Polres Ngada, Ipda Beni Pissort, membenarkan peristiwa tersebut. “Benar, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tergantung pada pohon cengkeh. Dugaan sementara mengarah pada peristiwa gantung diri,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Berita Terkait

Viral, Bayi 11 Bulan di TTS Dicekoki Miras oleh Ayah Kandung
Sidang Lanjutan Gugatan RUPTL 2025–2034: Saksi ESDM Akui Penambahan Porsi IPP
Pengacara Klaim Mokris Lay Tak Telantarkan Istri, Korban Disebut Bawa Aset Rp2 Miliar
Mokris Lay Jalani Sidang Perdana di PN Kupang, Jaksa Bacakan Dakwaan
Lesly Lay Tegaskan Ade Saba Pemilik Sah SHM, Klaim Laurens Akoit Dinilai Tak Mendasar
Nasib Pahit Laurens Akoit: Puluhan Tahun Kuasai Lahan, Kalah oleh Sertifikat Terbit 2011
Dua Dakwaan Menjerat Mokris Lay, Ancaman Hukuman 5 Tahun
Pelaku Pencurian di Malaka Tewas Dihajar Massa

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 15:37 WIB

Viral, Bayi 11 Bulan di TTS Dicekoki Miras oleh Ayah Kandung

Senin, 9 Februari 2026 - 18:42 WIB

Sidang Lanjutan Gugatan RUPTL 2025–2034: Saksi ESDM Akui Penambahan Porsi IPP

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:51 WIB

Pengacara Klaim Mokris Lay Tak Telantarkan Istri, Korban Disebut Bawa Aset Rp2 Miliar

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:07 WIB

Mokris Lay Jalani Sidang Perdana di PN Kupang, Jaksa Bacakan Dakwaan

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:36 WIB

Lesly Lay Tegaskan Ade Saba Pemilik Sah SHM, Klaim Laurens Akoit Dinilai Tak Mendasar

Berita Terbaru

Pengamat Pendidikan NTT yang juga Guru Besar Universitas Nusa Cendana Kupang, Prof. Drs. Tans Feliks, M.Ed., Ph.D, Foto: Fidelis Nong Nogor/Fortuna.press

Opini

Mendorong Pemerintah Lebih Kreatif

Jumat, 13 Feb 2026 - 17:20 WIB