59,4% Publik RI Tolak Dalih Perang AS–Israel ke Iran Dianggap Tak Sah

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, NTTPedia.id,- Sebanyak 59,4 persen masyarakat Indonesia menyatakan tidak setuju hingga sangat tidak setuju dengan alasan bahwa perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran tidak bisa dihindarkan karena ancaman senjata nuklir dari Iran.

 

Temuan ini terungkap dalam survei nasional bertajuk “Legitimasi Publik atas Perang AS-Israel dengan Iran” yang merupakan kolaborasi tiga lembaga riset, yakni Indikator Politik Indonesia, Lembaga Survei Indonesia, dan Saiful Mujani Research and Consulting.

 

Hasil survei dipaparkan dalam forum di Hotel Sari Pacific Jakarta oleh Burhanuddin Muhtadi, Djayadi Hanan, serta Deni Irvani.

 

Dalam pemaparannya, Burhanuddin Muhtadi menyebut hanya 22 persen responden yang menyatakan setuju atau sangat setuju dengan alasan tersebut. Sementara itu, 13,5 persen responden berada di posisi netral, dan 5,1 persen tidak memberikan jawaban.

 

“Alasan serangan AS-Israel pada Iran tidak legitimate di Indonesia,” kata Burhanudin sebagaimana dalam rilis yang diterima NTTPedia.id.

 

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan bahwa survei ini menyasar warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah yang memiliki telepon seluler, yang diperkirakan mencakup sekitar 80 persen populasi nasional.

 

Menurutnya, kelompok ini dipilih karena dinilai lebih terpapar informasi terkait konflik internasional melalui berbagai kanal media, baik daring maupun konvensional. Meski demikian, untuk menjaga representasi nasional, dilakukan pembobotan data berdasarkan karakteristik populasi Indonesia secara keseluruhan.

 

Survei dilaksanakan pada 12 hingga 31 Maret 2026 dengan jumlah responden sebanyak 1.066 orang dan memiliki margin of error sekitar 6 persen.

 

Survei ini merupakan hasil kerja sama dan pendanaan bersama oleh LSI, Indikator Politik Indonesia, dan SMRC.(AP)

Berita Terkait

Bareskrim Apresiasi Polda NTT, Kasus Phishing Tools W3llstore Terbongkar
OJK dan Ekraf Perkuat Kolaborasi Web3, Dorong Kekayaan Intelektual Jadi Aset Baru
“Kalau Melki Menang, Pakai Baju Saya”: Konsistensi dan Kedewasaan Politik Simon Petrus Kamlasi
Pasokan LPG Aman, STS Kalbut Topang Distribusi Energi Jatimbalinus hingga Nusantara
Menaker Dorong Penambahan Kuota Magang Nasional untuk Tekan Pengangguran
OJK Perkuat Penerapan GRC untuk Jaga Stabilitas Sistem Keuangan
Menaker Yassierli Tekankan Layanan Kemnaker Harus Cepat, Mudah, dan Tanpa Hambatan
OJK Atur Peran Finfluencer dalam Promosi Produk Perbankan

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 13:03 WIB

Bareskrim Apresiasi Polda NTT, Kasus Phishing Tools W3llstore Terbongkar

Rabu, 15 April 2026 - 16:06 WIB

OJK dan Ekraf Perkuat Kolaborasi Web3, Dorong Kekayaan Intelektual Jadi Aset Baru

Minggu, 12 April 2026 - 12:39 WIB

“Kalau Melki Menang, Pakai Baju Saya”: Konsistensi dan Kedewasaan Politik Simon Petrus Kamlasi

Sabtu, 11 April 2026 - 17:42 WIB

Pasokan LPG Aman, STS Kalbut Topang Distribusi Energi Jatimbalinus hingga Nusantara

Sabtu, 11 April 2026 - 09:08 WIB

Menaker Dorong Penambahan Kuota Magang Nasional untuk Tekan Pengangguran

Berita Terbaru