Viktor Laiskodat Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kupang, Tekankan Penguatan Nilai Persatuan

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Anggota MPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama MPR RI di Hotel Sasando, Kota Kupang, Jumat, 20 Februari 2026. Kegiatan ini dipandu moderator Yusak Meok dan menghadirkan sejumlah tokoh serta kader Partai NasDem, di antaranya Ketua DPD Partai NasDem Kota Kupang, anggota DPRD Kota Kupang dari Partai NasDem, serta Angky Hanas sebagai Tenaga Ahli Anggota DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat.

 

Dalam pemaparannya, Dr. Detji Kory Ellanor Rooseveld menegaskan pentingnya seluruh elemen bangsa memahami dan mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

 

Ia mengajak peserta merefleksikan kenyataan bahwa meskipun sejak kecil masyarakat telah diajarkan nilai-nilai kebangsaan, praktik kehidupan berbangsa masih kerap diwarnai perpecahan.

 

“Ketika satu pilar melemah, negara akan mengalami ketimpangan dalam menjalankan kehidupan bernegara,” ujarnya.

 

Dr. Detji menekankan bahwa Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum yang bersifat final dan tidak boleh kehilangan nilai dasarnya. Menurutnya, Pancasila bersifat dinamis serta mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri bangsa.

 

Dalam praktik demokrasi, ia menilai masih banyak pihak keliru memaknai hak-hak individu sehingga berpotensi mengancam persatuan. Padahal, Pancasila mengatur tata hidup bersama dalam kemajemukan.

Ia menambahkan, UUD 1945 berfungsi sebagai konstitusi yang mengendalikan seluruh produk hukum dan menjaga keteraturan kehidupan bernegara.

 

Sementara itu, NKRI menyatukan seluruh wilayah Indonesia dalam satu kesatuan pemerintahan serta menjadi payung bagi setiap perbedaan. Adapun Bhinneka Tunggal Ika memperkuat semangat persatuan sebagai falsafah hidup bangsa.

 

Lebih lanjut, Dr. Detji mengungkapkan bahwa berbagai tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri, terus menguji ketahanan Empat Pilar Kebangsaan. Ia menyoroti peran media sosial dan kemajuan teknologi yang kerap memicu konflik dan perpecahan di tengah masyarakat.

 

Karena itu, ia mengajak seluruh komponen bangsa untuk secara aktif melakukan penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui “vaksinasi-vaksinasi kecil”, agar masyarakat mampu menangkal setiap potensi perpecahan.

 

Sementara itu, Yusak Meok dalam kesimpulannya menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdaulat, adil, dan bersatu.

 

Ia menyatakan keempat pilar tersebut saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Pancasila mengarahkan moral dan etika kehidupan berbangsa, UUD 1945 menjamin tertibnya sistem ketatanegaraan, NKRI meneguhkan komitmen menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan negara, serta Bhinneka Tunggal Ika menumbuhkan semangat persatuan dalam keberagaman.

 

“Dengan mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan secara konsisten, masyarakat Indonesia mampu menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan berperan aktif dalam pembangunan nasional,” tutupnya. (AP)

Berita Terkait

SPK Sebut NTT Tidak Kekurangan Potensi Tapi Yang Kurang Adalah Eksekusi
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Rilis Laporan Kinerja 2025 kepada Rakyat, Soroti Kemiskinan, Stunting hingga Infrastruktur
An Kolin Optimistis Jadi Ketua DPW PKB NTT, Sejalan Strategi Ketum Memuliakan Perempuan
Reses di Waingapu, Viktor Bungtilu Laiskodat Serap Aspirasi Petani, Nelayan hingga Pemuda Sumba Timur
Reses di Sumba Tengah, Viktor Laiskodat Tekankan Pembangunan Berbasis Potensi Lokal 
Ikatan Istri Fraksi Golkar DPR RI Salurkan Bansos untuk Gereja dan Panti Jompo di NTT
Kader PDI Perjuangan NTT Gotong-Royong Donasi Rp55 Juta untuk Korban Bencana di Sumatera

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:39 WIB

SPK Sebut NTT Tidak Kekurangan Potensi Tapi Yang Kurang Adalah Eksekusi

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:27 WIB

Viktor Laiskodat Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kupang, Tekankan Penguatan Nilai Persatuan

Senin, 16 Februari 2026 - 19:28 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Senin, 16 Februari 2026 - 18:08 WIB

Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Rilis Laporan Kinerja 2025 kepada Rakyat, Soroti Kemiskinan, Stunting hingga Infrastruktur

Selasa, 23 Desember 2025 - 14:02 WIB

An Kolin Optimistis Jadi Ketua DPW PKB NTT, Sejalan Strategi Ketum Memuliakan Perempuan

Berita Terbaru