Dipolisikan Istri Bupati Ende, Ketua PMKRI: Saat Kejadian Saya di Jakarta

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 14:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende, Daniel Turot oleh penyidik Satreskrim Polres Ende, Senin, 11/05/2026. Foto : Dok PMKRI Ende

Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende, Daniel Turot oleh penyidik Satreskrim Polres Ende, Senin, 11/05/2026. Foto : Dok PMKRI Ende

Ende, NTTPedia.id,- Ketua PMKRI Cabang Ende, Daniel Turot, mengaku diperiksa selama lebih dari satu jam oleh penyidik Satreskrim Polres Ende terkait dugaan pengancaman terhadap anak di bawah umur.

 

Daniel menyebut laporan tersebut diajukan oleh istri Bupati Ende,  Maria Natalia Cicih Badeoda melalui kuasa hukumnya. Dalam pemeriksaan itu, penyidik melontarkan sekitar 20 lebih pertanyaan yang berfokus pada aksi mahasiswa di rumah jabatan Bupati Ende pada 8 April 2026.

 

” Ada sekitar 20 lebih pertanyaan. Pertanyaannya seputar kejadian aksi di rumah jabatan waktu tanggal 8 bulan 4 tahun 2026,” ujar Daniel ketika dihubungi NTTPedia.id, usai diperiksa oleh penyidik Polres Ende, Senin, 11/05/2025.

 

 

Meski dimintai klarifikasi dalam kasus dugaan pengancaman terhadap anak di bawah umur, Daniel menegaskan dirinya tidak berada di lokasi aksi saat peristiwa terjadi.

 

” Klarifikasi atas dugaan intimidasi terhadap anak di bawah umur, tetapi dalam aksi tersebut saya di Jakarta. Saya tidak terlibat dalam aksi tersebut,” katanya.

 

Ia menduga laporan yang dilayangkan kepada dirinya adalah bentuk intimidasi dari kekuasaan untuknya agar berhenti berpihak pada kepentingan rakyat. Meski demikian, ia mengaku tidak takut sedikitpun untuk tetap berpihak pada kelompok-kelompok yang ditindas oleh kekuasaan.

 

” Cuma untuk intimidasi,” katanya.

 

Pemeriksaan terhadap Ketua PMKRI Ende itu berlangsung di Polres Ende sebagai bagian dari proses klarifikasi atas laporan yang masuk ke penyidik Satreskrim.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak pelapor terkait perkembangan perkara tersebut.(AP)

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:27 WIB

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Berita Terbaru