Wabup Sikka Minta GP Ansor Pertahankan Tradisi Islam Merawat Nusantara

- Jurnalis

Minggu, 31 Januari 2021 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maumere, NTTPedia.id,- Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sikka menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) II, Sabtu, 30/01/2021. Konfercab yang diselenggarakan di Hotel Wailiti ini dihadiri Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga dan ketua GP Ansor NTT, Ajhar Jowe Ambubari.

Hadir juga ketua GP Ansor Sikka, Abdul Azis, Wakil Ketua DPRD Sikka, Yoseph Karmianto Eri, Ketua PCNU Sikka, Ustd Al-Amin, Ketua DPD KNPI Sikka, Femi Bapa, Ketua Pemuda Pancasila, Yoseph Nong Soni dan perwakilan dari Pemuda Katolik Sikka, Edwardus Bram.

Abdul Azis dalam sambutanya mengatakan thema Konfercab kali ini adalah Merawat Tradisi dan Amaliah Aswaja Sebagai Islam Nusantara dalam bingkai kebihinekaan Indonesia. Dia menjelaskan merawat budaya itu adalah sebuah keharusan bagi seluruh anak muda bangsa di negeri ini. Kata dia sebab dalam merawat budaya sama halnya dengan menghargai sejarah bangsa ini termasuk orang muda Ansor.

Romanus Woga pada kesempatan itu meminta GP Ansor harus pertahankan tradisi Islam di Kabupaten Sikka dalam merawat Nusantara dalam bingkai kebhinekaan. Ia mengatakan organisasi GP Ansor harus benar-benar menjadi tulang punggung merawat bangsa dan negara ini dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

” GP Ansor harus benar-benar menjadi tulang punggung merawat bangsa dan negara ini dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu Ajhar Jowe dalam kesempatan terpisah mengatakan Konfercab PC GP Ansor Kabupaten Sikka tersebut bertujuan untuk memilih pengurus GP Ansor Sikka. Secara organisatoris kata dia ruang Konfercab adalah Pergantian Kepengurusan harus melalui tahapan kaderisasi.

Baca Juga :  Harga Pupuk Bersubsidi Melambung, Petani di Ende Menjerit

Ia menjelaskan Sebagai calon Ketua harus melewati Tahapan Kaderisasi dari DTD hingga sampai PKL, dan Konfercab II sikka juga momen untuk pembenahan kepengurusan sesuai dengan PD PRT organisasi.

“GP Ansor Sikka telah dimisioner dan terkait Konfercab GP Ansor Sikka, Konfercabnya terlaksana debgan beberapa pleno, setelah pada agenda ferikasi dinilai tidak memenuhi usur dalam aturan maka Sidang di Scor qtau ditunda dengan waktu yang belum di tentukan. Oleh karena telah diambil alih oleh pengurus wilayah GG Ansor NTT,” ujar mantan wartawan harian Victory News ini.

Ia mengatakan pihaknya akan melakukan pembenahan struktur Mulai dari pengurus anak cabang (PAC) sampai ke tingkat Cabang. Konfercab itu kata dia di skors karena ada beberapa hal yg perlu diperbaiki.(Amin05)

Berita Terkait

Meski Cuaca Ekstrem, Pertamina Patra Niaga Pastikan Distribusi BBM di NTT Tetap Terkendali
Polri Perluas Akses Pemenuhan Gizi di Daerah 3T, NTT Dapat 16 SPPG
Pengamat Apresiasi Gerak Cepat Pertamina Bentuk Satgas Nataru
AHP Sosialisasi 4 Pilar di Desa Pau Tekankan Peran Flores dalam Lahirnya Pancasila
Patung Bunda Maria dan Yesus di Biara Wairklau Maumere Dirusak, Umat Katolik Minta Pelaku Segera Ditangkap
Dana Transfer ke Daerah Dipangkas Rp140 Miliar, Pemkab Alor Pastikan Pembangunan Tetap Berjalan
Winston Rondo Turun Tangan, Koordinasi dengan Dinsos NTT dan Pemkab Kupang Selesaikan Pemblokiran PKH Warga Tesabela
Total 13 Warga Tesabela Diblokir dari Daftar Penerima PKH dan BPNT, Dinsos Kabupaten Kupang Belum Turun Cek 

Berita Terkait

Minggu, 28 Desember 2025 - 16:51 WIB

Meski Cuaca Ekstrem, Pertamina Patra Niaga Pastikan Distribusi BBM di NTT Tetap Terkendali

Sabtu, 29 November 2025 - 21:56 WIB

Polri Perluas Akses Pemenuhan Gizi di Daerah 3T, NTT Dapat 16 SPPG

Sabtu, 29 November 2025 - 12:54 WIB

Pengamat Apresiasi Gerak Cepat Pertamina Bentuk Satgas Nataru

Rabu, 26 November 2025 - 18:54 WIB

AHP Sosialisasi 4 Pilar di Desa Pau Tekankan Peran Flores dalam Lahirnya Pancasila

Kamis, 13 November 2025 - 08:35 WIB

Patung Bunda Maria dan Yesus di Biara Wairklau Maumere Dirusak, Umat Katolik Minta Pelaku Segera Ditangkap

Berita Terbaru

Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) mendesak pemerintah meninjau ulang kebijakan perpajakan agen asuransi yang dinilai tidak adil dan menimbulkan ketidakpastian hukum, menyusul pemberlakuan PMK-168/PMK.03/2023, implementasi Core Tax Administration System, serta munculnya tafsir keliru atas PMK 81/2024.

Berita

PAAI Minta Pemerintah Tinjau Ulang Pajak Agen Asuransi

Senin, 12 Jan 2026 - 19:51 WIB