Bunda Julie Dorong HKTI NTT Kembangkan Demplot Berbasis Organik

- Jurnalis

Jumat, 30 Desember 2022 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kupang,  NTTPedia.id,- Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong pengembangan demonstration plot (Demplot) berbasis organik.

Ketua HKTI Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan, demplot yang akan dikembangkan itu tentunya dalam pendampingan. Polanya bisa melalui kerja sama dengan pihak ketiga seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau perusahaan yang benar- benar konsen di bidang pertanian.

“Pengembangan demplot ini akan dilakukan secara bertahap dan untuk tahap pertama dilaksanakan di satu atau dua kabupaten yang mana ada lahan dan petani yang siap kembangkan mekanisasi pertanian berbasis organik,” kata Julie di Sekretariat HKTI NTT yang terletak di bilangan Jln. Palapa, Kota Kupang, Kamis (29/12/2022).

Tentang sudah ada 10 hektar lahan di Kabupaten Manggarai yang siap kembangkan demplot organik, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem ini menyatakan, perlu dilengkapi data- data pendukung yang dibutuhkan. Termasuk di dalamnya adalah komitmen petani untuk kembangkan pola pertanian berbasis organik. Karena bicara organik harus dimaknai secara menyeluruh mulai dari pengolahan lahan, penyiapan benih sampai pada produk yang dijual bahkan hingga dihidangkan.

“Semua produk organik yang dikembangkan harus melalui uji laboratorium sehingga produk yang dijual benar- benar terseleksi dan memenuhi syarat,” ujar Julie.

Ia menjelaskan, pengembangan demplot sebagai model pertanian berbasis organik ini akan dimulai pada tahun 2023 mendatang.

Dengan pola ini, HKTI ingin mengubah mindset petani tentang pupuk kimia dan mau cepat produksi tapi mengabaikan aspek kesehatan.

“Jika pengembangan demplot ini berhasil dan meluas, kita bisa pakai dana aspirasi sebagai anggota DPR RI untuk membantu para petani,” janji Julie.

Lebih lanjut ia menyampaikan, dengan mengembangkan demplot berbasis organik, HKTI NTT siap menularkan ilmu dan pengetahuan tentang pertanian ke petani dan coba memfasilitasi mata rantai masalah yang dihadapi petani selama ini.

Pada kesempatan itu Julie mengungkapkan, HKTI NTT juga akan menjual benih atau bibit dan produk pertanian organik. Tempat penjualannya di Kantor Sekretariat HKTI NTT. Harga jualnya tentu lebih tinggi dari harga pasar tradisional agar kehadiran HKTI tidak menjadi pesaing bagi para pedagang sayur(AP)

Berita Terkait

3 Jam Terlantar, Penumpang Wings Air Rute Larantuka–Kupang Keluhkan Minimnya Informasi dan Kompensasi
104 Kepsek Dilantik Lebih Dulu, Sisanya Tunggu Lampu Hijau BKN
PA GMNI NTT Perkuat Ekonomi Alumni, UBSP Marhaen Berdikari Gelar RAT Perdana dan Bagi SHU
Usai Viral Aksi Buang Ikan, Kapal KM Gemohing Diduga Ilegal dan Terkait Anggota DPRD Lembata
Rp 96,4 Miliar THR ASN Pemprov NTT Sudah Dicairkan Jelang Idul Fitri
Pelantikan Sekda Ngada Terancam Batal! Akademisi Undana dan Tokoh NTT Sebut Ada Prosedur Dilanggar
Gubernur NTT Turun Tangan, Inspektorat Periksa Proses Pelantikan Sekda Ngada
Pengamat Politik Unwira, Tanpa Persetujuan Gubernur, Pengangkatan Sekda Ngada Berpotensi Tidak Sah

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 13:56 WIB

3 Jam Terlantar, Penumpang Wings Air Rute Larantuka–Kupang Keluhkan Minimnya Informasi dan Kompensasi

Selasa, 24 Maret 2026 - 08:40 WIB

104 Kepsek Dilantik Lebih Dulu, Sisanya Tunggu Lampu Hijau BKN

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:24 WIB

PA GMNI NTT Perkuat Ekonomi Alumni, UBSP Marhaen Berdikari Gelar RAT Perdana dan Bagi SHU

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:48 WIB

Usai Viral Aksi Buang Ikan, Kapal KM Gemohing Diduga Ilegal dan Terkait Anggota DPRD Lembata

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:56 WIB

Rp 96,4 Miliar THR ASN Pemprov NTT Sudah Dicairkan Jelang Idul Fitri

Berita Terbaru