48 Ekor Babi Mati Mendadak di Kabupaten Kupang

- Jurnalis

Rabu, 18 Januari 2023 - 18:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oelamasi, NTTPedia id,- Puluhan Babi di Kabupaten Kupang mati mendadak. Babi yang merupakan milik masyarakat itu hingga kini belum diketahui apa penyebabnya. Terhitung ada 48 babi yang mati.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Yosep Paulus membenarkan hal itu.

Yosep Paulus merincikan, wilayah yang melaporkan kasus kematian babi diantaranya Kecamatan Kupang Timur sebanyak 16 ekor, Kecamatan Kupang Tengah 18 ekor, Kecamatan Nekamese 6 ekor, Kecamatan Takari 5 ekor, Kecamatan Kupang Barat 3 ekor dan Kecamatan Semau 1 ekor.

“Kita sudah ambil sampel darahnya untuk dilakukan uji laboratorium di UPTD Veteriner Oesapa. Total ternak yang mati mendadak 48 ekor,” jelasnya, Rabu (18/1).

Menurut Yosep Paulus, hasil observasi ternak babi yang terserang ASF menunjukan gejala klinis demam tinggi dengan suhu tubuh diatas 39 derajat celcius, lemas, bercak kemerahan disekujur tubuh, dan hilangnya nafsu makan.

Ia menjelaskan, kasus penyakit African Swine Fiver (ASF) dan hog kolera hampir sama dan sulit untuk ditentukan, karena sampel yang akan diperiksa paling lambat tiga atau empat hari, baru bisa diketahui etiologinya.

“Gejala klinis yang dilihat hampir sama karena ASF dan hog kolera itu itu mirip. Tetapi untuk memastikannya lebih ilmiah, hasil pemeriksaan lab akan terungkap,” kata Yosep Paulus.

Dinas peternakan telah mengeluarkan surat edaran terkait wabah penyakit yang kembali menyerang ternak babi. Masyarakat diimbau tetap menerapkan biosecurity sehingga meminimalisir kematian ternak karena kalau terbukti ASF maka vaksinnya belum ada sementara hog kolera memang vaksinnya sudah ada namun tingkat morbiditas dan mortalitas sangat tinggi.

“Kita sudah keluarkan surat edaran tertanggal 12 januari baru-baru karena adanya laporan wabah penyakit ternak babi, namun masyarakat juga harus terapkan biosecurity agar bisa meminimalisir kontaminasi mikroorganisme penyebab penyakit karena tanpa itu, penyakit yang diduga seperti ASF dan hog kolera tingkat morbiditas dan mortalitasnya sangat tinggi,” tutup Yosep Paulus.(Nitano)

Berita Terkait

Sempat Gagal Salur, 54 Ton Beras Rawan Pangan di Ende Akhirnya Bisa Dibagikan Manual
Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Warga Sebut Guncangan Sangat Kuat
Warga Ende Terdampak Gempa Menunggu Bantuan, 754 Ton Beras Justru Gagal Disalurkan
1.279 unit Kendaraan Dinas Milik Pemkab Ende Belum Bayar Pajak
Forum Wartawan NTT Sarankan Kuasa Hukum Bupati TTU Baca Putusan MK 145/PUU-XXIII/2025 soal Sengketa Pers
Pesta Sambut Baru di Mabar Tak Bisa Sembarangan, Wajib Izin Keramaian dan Tanpa Miras
Land4Lives Tutup Kegiatan di NTT, Capaian Diserahkan kepada Pemerintah Daerah
31 Makalah dan 18 Poster Bahas Ketahanan Pangan NTT di Simpul Pangan Nusantara

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Sempat Gagal Salur, 54 Ton Beras Rawan Pangan di Ende Akhirnya Bisa Dibagikan Manual

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Warga Sebut Guncangan Sangat Kuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Warga Ende Terdampak Gempa Menunggu Bantuan, 754 Ton Beras Justru Gagal Disalurkan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:16 WIB

1.279 unit Kendaraan Dinas Milik Pemkab Ende Belum Bayar Pajak

Jumat, 25 September 2026 - 19:34 WIB

Forum Wartawan NTT Sarankan Kuasa Hukum Bupati TTU Baca Putusan MK 145/PUU-XXIII/2025 soal Sengketa Pers

Berita Terbaru