Kupang, NTTPedia.id,- Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian dinilai berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hasil riset menunjukkan, petani yang menggunakan teknologi digital mampu meningkatkan pendapatan hingga 41 persen.
Temuan tersebut mengemuka dalam diskusi “Edukasi Statistik Episode 11” bertajuk Statistik untuk Ekonomi Cerdas: Digitalisasi Pertanian menuju Ekonomi Inklusif yang diselenggarakan Pojok Statistik Universitas Nusa Cendana secara daring belum lama ini di Kupang.
Dikutip dari laman resmi Undana, Peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Adenanthera Jennifer Rambu Paddu Ranu, menjelaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi NTT dengan menyerap sekitar 49,91 persen tenaga kerja, namun produktivitasnya dinilai masih rendah.
Berdasarkan risetnya, petani yang memanfaatkan teknologi digital mampu meningkatkan pendapatan dari rata-rata Rp1,32 juta menjadi Rp1,86 juta per bulan.
” Permasalahan utama bukan pada efektivitas teknologinya, melainkan kesenjangan antara potensi manfaat yang besar dengan rendahnya tingkat pemanfaatan di lapangan,” kata Adenanthera.
Ia menambahkan, tingkat adopsi teknologi digital di kalangan petani NTT saat ini masih berada di bawah 30 persen, sehingga diperlukan edukasi dan pendampingan berkelanjutan.
Sementara itu, Statistisi Ahli Pertama dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumba Barat Daya, Agung Setiawan Samuel Putra, menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi di NTT menunjukkan tren positif melalui peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya dinikmati secara merata oleh masyarakat.
” Angka kemiskinan di NTT masih berada pada level 19,02 persen per September 2024. Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi kita belum sepenuhnya inklusif,” ujarnya.
Dalam konteks ini, Universitas Nusa Cendana mengambil peran melalui penguatan literasi data dan edukasi statistik, serta mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga statistik, dan pemerintah daerah. Peran ini diharapkan dapat membantu menghadirkan rekomendasi kebijakan berbasis data guna mempercepat transformasi digital di sektor pertanian.
Digitalisasi pertanian dinilai tidak hanya sebagai tren teknologi, tetapi juga sebagai peluang strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat fondasi ekonomi NTT yang lebih inklusif dan berkeadilan.(FnT)














