Gubernur Dorong Bank NTT Desain Ekosistem Bisnis Untuk Pasarkan Potensi Unggulan Flotim

- Jurnalis

Minggu, 10 April 2022 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Larantuka, NTTPedia.id, – Tak dipungkiri lagi jika Kabupaten Flores Timur sangat kaya akan hasil pertanian maupun kelautan. Namun sayang, sejauh ini potensi-potensi itu tidak dikelola secara baik. Bahkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menemukan adanya kendala serius dalam pemasaran.

Bertolak dari kondisi inilah, Gubernur VBL menaruh harapan besar kepada PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT/Bank NTT), untuk terlibat aktif dalam pemasaran seluruh potensi alam di kabupaten paling timur di daratan Flores itu.

“NTT ini kaya, bahkan sangat kaya. Flores Timur ini punya banyak potensi, nah semua potensi yang ada ini agar didesain ekosistem bisnisnya bersama-sama Bank NTT, agar bisa masuk ke setiap market place yang ada,” tegas Gubernur Viktor saat memberi sambutan pada kunjungan kerjanya di Desa Waibao, Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur, Jumat 8 April 2022.

Hadir saat itu, Sekda Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing, Ketua Fraksi Nasdem DPRD NTT, Alex Take Ofong, Bupati Flores Timur, Anthon Gege Hadjon dan Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli.

Di dalam tenda utama, duduk Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho. Nampak Alex, demikian sapaannya, menganggukkan kepalanya saat disentil peranan Bank NTT oleh Gubernur Viktor.

Lebih jauh Gubernur VBL menegaskan bahwa dengan kehadiran Bank NTT dalam mendesain ekosistem bisnis guna memasarkan seluruh potensi di Flores Timur, diharapkan akan mendatangkan banyak keuntungan bagi provinsi ini.

Tidak saja Bumi Lewotana yang akan mendapatkan keuntungan melainkan daerah lainnya akan mendapat imbas positif.
“Nah potensi-potensi itu kita perkenalkan (di Market Place, red). Dan kita harapkan kerja-kerja seperti ini menolong kita,” tambah mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu.

Sementara, terkait upaya lain dalam pengembangan potensi pertanian di NTT, Viktor menegaskan bahwa dia sudah melaporkan kondisi riil lahan pertanian yang ada kepada Presiden RI, Joko Widodo.

Hal ini disampaikan ketika presiden berkunjung ke Kota Kupang bulan Maret lalu. “Saya sudah minta ke Pak Jokowi dan disetujui, NTT dapat doser dua unit, eksavator empat unit, dan traktor roda empat ditambah jadi 10 buah,” ujarnya menambahkan, sejumlah alat berat ini akan sangat bermanfaat bagi pembukaan lahan-lahan pertanian.

 

“Supaya kalau kita buka lahan-lahan kita yang pohonnya banyak, belukarnya banyak, kita pakai dengan eksa dan doser sehingga cepat. Bapak presiden ketika dalam kunjungan kemarin di Belu dan TTS, beliau memahami betul bahwa alam kita perlu alat berat seperti itu untuk membuka lahan. Saya bilang kalau kita punya lahan ada, tapi kita tunggu musim hujan baru garap. Kalau kita sudah punya alat berat maka kita akan buka lahan-lahan kita sehingga kita mampu kejar 500 ribu hektar itu dengan baik,” jelas Viktor.

Atas berbagai upaya ini, maka dia meminta tidak saja kepada Bupati Flores Timur melainkan seluruh kepala daerah agar tidak membagikan alat berat kepada msyarakat, melainkan memfasilitsinya dengan membentuk sebuah organisasi.

Organisasi inilah yang akan memanage secara baik tentang distribusi dan pen gelolaan alat-alat berat di lapangan agar tidak ada yang ‘tidur’.

Karena ada pengalaman, seusai menggarap lahannya. Beberapa alat berat dibiarkan nganggur, sedangkan wilayah lain justru tak tersentuh karena kekurangan alat berat.

“Nanti pak bupati agar tidak boleh membagi traktor langsung ke masyarakat. Kesalahan kita itu, membagikannya kepada masyarakat. Lalu ada orang yang kerja habis dan stop alatnya. Kita tidak berada pada satu konsolidasi desain program yang baik dan tepat karena itu kita harus konsolidasi semua, tarik semua dan kita buat dalam satu organisasi pelayanan pengolahan lahan. Supaya kita bisa fokus semua,” ungkap VBL.

Masih menurut Viktor, Pemprov NTT terus bergerak maju dengan program TJPS ekosistem pembiayaan yang baru, yakni alat berat, benih, pupuk serta offtaker disiapkan dan masyarakat hanya diminta bekerja dan mendapatkan keuntungan Rp28 Juta setiap satu hektar.

“Masyarakat hanya menanam saja. Para Kades dan camat hanya mendampingi masyarakat untuk menanam. Itu langkah terbaru yang kami siapkan dalam ekosistem pertanian yang kami sebut dengan membangun wirausaha mandiri. Saat ini kita butuh lahan sebanyak-banyaknya untuk TJPS ekosistem baru,” tutup VBL. (HUMAS BANK NTT)

Berita Terkait

Pemkot Kupang Bantah Undangan Walikota Tel Aviv, Foto Ternyata Rekayasa
3 Jam Terlantar, Penumpang Wings Air Rute Larantuka–Kupang Keluhkan Minimnya Informasi dan Kompensasi
104 Kepsek Dilantik Lebih Dulu, Sisanya Tunggu Lampu Hijau BKN
PA GMNI NTT Perkuat Ekonomi Alumni, UBSP Marhaen Berdikari Gelar RAT Perdana dan Bagi SHU
Usai Viral Aksi Buang Ikan, Kapal KM Gemohing Diduga Ilegal dan Terkait Anggota DPRD Lembata
Rp 96,4 Miliar THR ASN Pemprov NTT Sudah Dicairkan Jelang Idul Fitri
Pelantikan Sekda Ngada Terancam Batal! Akademisi Undana dan Tokoh NTT Sebut Ada Prosedur Dilanggar
Gubernur NTT Turun Tangan, Inspektorat Periksa Proses Pelantikan Sekda Ngada
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 20:30 WIB

Pemkot Kupang Bantah Undangan Walikota Tel Aviv, Foto Ternyata Rekayasa

Selasa, 24 Maret 2026 - 08:40 WIB

104 Kepsek Dilantik Lebih Dulu, Sisanya Tunggu Lampu Hijau BKN

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:24 WIB

PA GMNI NTT Perkuat Ekonomi Alumni, UBSP Marhaen Berdikari Gelar RAT Perdana dan Bagi SHU

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:48 WIB

Usai Viral Aksi Buang Ikan, Kapal KM Gemohing Diduga Ilegal dan Terkait Anggota DPRD Lembata

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:56 WIB

Rp 96,4 Miliar THR ASN Pemprov NTT Sudah Dicairkan Jelang Idul Fitri

Berita Terbaru